Sisihkan Hasil Penjualan, Trik Ngatemi Lunasi Angsuran Modal Kita

Editor: Mahadeva

Anggota Modal Kita Anggrek, Ngatemi, membuat rujak pesanan pembeli, di warung sederhana miliknya, Sabtu (28/11/2020) - Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Kondisi pandemi COVID-19, yang masih berlangsung hingga saat ini, tidak menjadi alasan bagi Ngatemi, untuk tidak menunaikan kewajibannya membayar angsuran pinjaman Modal Kita.

Ngatemi, selalu bisa menyisihkan keuntungan usaha yang diperoleh, untuk membayar angsuran. Ia sudah menjadi anggota Modal Kita sejak pertama kali pinjaman usaha yang digagas Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) tersebut ada di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang, Kota Malang.

Selama menjadi anggota, Ngatemi sudah mengajukan dua kali pinjaman. Dan tecatat tidak ada keterlambatan dalam pembayaran. “Pinjaman pertama Rp2 juta dan pinjaman ke dua Rp5 juta. Alhamdulillah dua kali pinjam, pembayaran angsurannya selalu lancar,” ujarnya, saat ditemui di tempat usahanya di sekitaran taman Rolak Kedungkandang, Sabtu (28/11/2020).

Saat ini, angsuran untuk pinjaman ke dua sudah tinggal dua pebayaran yaitu untuk Desember dan Januari. Semua pinjaman yang diperoleh digunakan sebagai tambahan modal, untuk usaha kuliner yang dijalani. “Nanti rencananya setelah pinjaman ke dua ini sudah lunas, saya akan mengajukan pinjaman yang ke tiga untuk membeli rombong,” tandasnya.

Ngatemi menuturkan, supaya pembayaran angsuran tidak macet, dirinya selalu menyisihkan sebagian hasil usaha, untuk membayar angsuran Modal Kita. “Setiap jualan, saya sisihkan untuk membayaran angsuran. Jadi meskipun banyak anggota Modal Kita yang menunggak, tapi pembayaran angsuran dari saya tetap lancar,” tuturnya.

Dengan adanya pinjaman Modal Kita, yang diberikan Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri, memudahkan Ngatemi untuk mengembangkan usaha. “Berkat adanya pinjaman Modal Kita, saya bisa lebih mudah mengembangkan usaha. Terlebih persyaratan untuk mengajukan pinjaman tidak terlalu sulit,” ucapnya.

Ngatemi mulai merintis usaha kuliner sejak enam tahun lalu. Berbagai macam menu kuliner mulai dari rujak, nasi jagung, nasi pecel dan aneka lauk pauk dijual di warung sederhananya. Namun, sejak pandemi yang menyebabkan anak tidak lagi pergi ke sekolah, Ngatemi memutuskan untuk tidak berjualan setiap hari.

“Dulu berjualan setiap hari. Tapi karena sering kecapaian dan anak-anak sekarang sekolahnya online semua, jadi saya jualnya hanya seminggu sekali. Tapi Insyaallah kalau anak sekolah sudah masuk, bisa berjualan setiap hari lagi karena kalau ada anak sekolah masuk pasti banyak orang yang membutuhkan lauk pauk,” ungkapnya.

Ketua Modal Kita, Anggrek mengatakan, selama masa pandemi banyak anggota yang mengalami kesulitan membayar angsuran. Semuanya karena terdampak COVID-19. Hanya ada beberapa anggota yang masih sanggup membayar angsuran. “Dari sekian banyak yang menunggak, Ibu Ngatemi ini termasuk anggota yang masih rutin membayar angsuran, meskipun dalam kondisi pandemi. Sudah dua kali pinjaman, semuanya lancar,” pungkasnya.

Lihat juga...