Siswa Yatim-Piatu di Tamanmartani Antusias Terima Bantuan Stimulus Usaha

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sejumlah siswa kurang mampu di Desa Cerdas Mandiri Lestari Tamanmartani, Kalasan, Sleman, mengaku gembira mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan dari Koperasi Tamanmartani Sejahtera, yang merupakan binaan Yayasan Damandiri. 

Para siswa yang merupakan anak yatim-piatu tersebut terlihat nampak begitu antusias menerima bantuan, meski beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk stimulan usaha berupa paket budi daya ikan lele serta budi daya sayuran, seperti tomat, terung dan cabai.

Siswa penerima program bantuan beasiswa pendidikan, Shifa Nur Fitria, -Foto: Jatmika H Kusmargana

Salah seorang siswa penerima program beasiswa, Muhammad Cris John Febriansyah, warga dusun Kenaji, mengaku baru pertama kali menerima bantuan paket budi daya ikan lele serta sayuran seperti ini. Siswa SMP Negeri 4 Kalasan ini pun mengaku senang, sekaligus tertantang untuk bisa membudidayakan ikan lele serta sayuran.

“Senang, karena belum pernah coba. Semoga nanti bisa berhasil memelihara hingga panen,” katanya.

Sementara siswa lainnya asal dusun Cangkringan, Shifa Nur Fitria, mengaku sudah dua kali ini menerima bantuan serupa. Karena itu, ia sangat antusias untuk memelihara dan membudidayakan ikan lele maupun sayuran yang diberikan koperasi. Ia mengaku sangat senang memelihara ikan.

“Senang karena bisa belajar budi daya ikan lele dan sayuran. Di rumah saya juga sudah pelihara ikan seperti ini. Bisa kasih makan, dan lain-lain. Nanti kalau sudah besar mau dipanen dan dimakan sendiri,” kata siswa kelas 6 SD Tamanan 1 itu, sumringah.

Koperasi Tamanmartani Sejahtera menyalurkan program bantuan beasiswa pendidikan bagi 22 siswa kurang mampu di Desa Cerdas Mandiri Lestari Tamanmartani, Kalasan. Bantuan diberikan dalam bentuk stimulan usaha, berupa paket budi daya ikan lele sistem dalam ember, serta budi daya sayuran dalam pot atau polybag.

Selain bertujuan mendidik siswa agar memiliki jiwa kewirausahaan, program pemberdayaan ini juga diharapkan mampu mendorong kemandirian para siswa kurang mampu. Terlebih dengan memberikan kesibukan berupa kegiatan budi daya, siswa yang selama masa pandemi ini lebih banyak dirumah akan memiliki kegiatan positif. Sehingga tidak hanya sibuk dengan gadget. 

Lihat juga...