SMKN 1 Bakauheni: Guru Dituntut Terampil di Era Revolusi Insustri 4.0

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Puluhan guru di SMKN 1 Bakauheni, Lampung Selatan mengikuti workshop pembuatan video pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Langkah tersebut sebagai bagian dalam menjawab tuntutan pendidikan pada era revolusi industri 4.0, dimana harus terampil untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah.

Ria Harahap, wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMKN 1 Bakauheni Lampung Selatan saat ditemui, Senin (23/11/2020). Foto: Henk Widi

Ria Harahap, Wakil kepala sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Bakauheni menyebutkan, materi pembelajaran digital jadi metode solutif dengan sistem belajar dalam jaringan (daring). Salah satu metode yang digunakan oleh para guru dengan video pembelajaran.

“Saat sistem pembelajaran kelas maya, guru SMKN 1 Bakauheni diharapkan melalui workshop ini bisa memberikan konten menarik sesuai kurikulum yang wajib diberikan kepada siswa agar memiliki kompetensi sesuai selama masa pandemi Covid-19,” terang Ria Harahap saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni,Senin (23/11/2020).

Semua guru yang ikut workhsop pembuatan video pembelajaran diberi materi dari sejumlah narasumber. Narasumber dari bidang pendidikan di antaranya Hikmah Ramadhona, S.Pi., M.Pd. Sementara dari jurnalis di antaranya Heri Fullsetiawan dan Axgeis Sapta Yohanes, Tengku Khalid Syah dari Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) pengurus daerah Lampung.

Hikmah Ramadhonna, S.Pi., M.Pd. salah satu narasumber memberikan materi penyelarasan kurikulum dengan naskah video pembelajaran. Ia menyebut saat ini paradigma pendidikan alami perubahan atau inovasi pendidikan. Setiap guru sebutnya wajib bisa merumuskan output dan outcome siswa.

Video pembelajaran sangat penting selama pandemi Covid-19 karena guru alami pembatasan kegiatan belajar tatap muka. Namun siswa tetap harus kompeten sehingga guru yang mengikuti pelatihan pembuatan video pembelajaran,siswa diberi gambaran riil di kehidupan yang harus dilakukan.

“Sejumlah kompetensi yang perlu ditingkatkan di antaranya kepribadian, bermasyarakat, profesional dan pedagogik,” terang Hikmah Ramadhonna.

Ia juga menekankan seorang guru sebagai tenaga pendidik wajib melakukan upgrade ilmu dan tidak pernah berhenti untuk belajar. Para guru sebutnya harus bisa menerjemahkan kurikulum dalam sebuah video pembelajaran. Kurikulum yang telah disediakan akan dibawa ke ranah multimedia ,konsep materi. Ilmu pembuatan video tersebut diperdalam dalam pembuatan naskah,rekaman dan editing.

Axgeis Yohanes Sapta, pemateri yang juga Koordinator Bidang Organisasi IJTI Pengda Lampung menyebut dunia jurnalistik dan pendidikan sangat berkaitan erat. Dunia jurnalis menjadi cara media untuk pendidikan melalui produk video berita. Namun sejumlah ilmu dan tekhnik pengambilan gambar, editing hingga perekaman juga harus dipelajari para guru.

“Para guru telah memiliki bahan ajar yang bisa disampaikan secara digital sehingga jurnalis bisa ikut berbagi tekhnik hingga sebuah produk videografi bisa disajikan sebagai media pembelajaran,” terang Axgeis.

Penggunaan video pembelajaran dengan pemilihan gambar menarik,unik akan membantu siswa. Sebab sejumlah tahap pembuatan video perlu dipelajari oleh sejumlah guru untuk menjabarkan kompetensi yang akan dicapai. Meski sejumlah guru telah memiliki kompetensi yang baik terkait pembuatan video, workshop bisa ditingkatkan melalui pembelajaran dan sharing bersama.

Agus Purwanto, salah satu guru sekaligus peserta workshop pembuatan video pembelajaran menyebut mendapat ilmu baru. Sebagai salah satu guru mata pelajaran di SMKN 1 Bakauheni ia lebih memahami pentingnya penggunaan video. Pada era digital ia bisa lebih memaksimalkan fungsi video untuk materi pembelajaran agar menarik bagi siswa terutama saat pandemi Covid-19.

Lihat juga...