SMP di Pekanbaru Mulai Jalankan Pembelajaran Tatap Muka

Siswa SMP Negeri 2 Selopampang Kabupaten Temanggung, melakukan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah dengan protokol kesehatan ketat – Foto Ant

PEKANBARU – Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, memulai menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas khusus, bagi pelajar SMP sederajat pada 16 November 2020.

Langkah tersebut diambil, guna mengejar ketertinggalan materi pendidikan akibat wabah COVID-19. “Hanya 50 persen pelajar dari seluruh SMP yang ada di Pekanbaru yang kita izinkan belajar tatap muka,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Dr H Ismardi Ilyas Mag, Kamis (12/11/2020).

Mekanisme pembelajaran tersebut disosialisasikan melalui Surat Edaran bernomor 800/Disdik.sekretaris.1/03399/2020, yang ditandatangani oleh Plt Kepala Disdik Kota Pekanbaru Dr Ismardi Ilyas MAg.

Ismardi mengatakan, dalam tatap muka tersebut Disdik sudah menyusun pedoman pelaksanaan, yang tertuang di dalam Standar Operasional Prosedur (SOP), yang ditetapkan Satuan tugas COVID-19 dan disetujui Wali Kota selaku ketua satgas. “Satu siswa bakal belajar tatap muka sekali dalam seminggu dengan waktu tiga jam,” katanya.

Pelaksana tugas Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Dr H Ismardi Ilyas MAg, Pekanbaru – Foto Ant

Pembelajaran tatap muka kali ini masih menjadi percontohan, sehingga hanya digelar khusus untuk jenjang SMP. Itu pun, hanya 50 persen sekolah yang ditentukan dan telah diseleksi oleh Disdik yang bisa menjalankannya. Saat ini di Pekanbaru ada 45 SMP negeri, sehingga hanya sekira 22 sekolah saja yang diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka.

Prosesnya, setiap sekolah harus menjalankan 4M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. “Pertemuan tatap muka selama tiga jam itu dimaksimalkan untuk mengajari murid mata pelajaran sulit, dan mengumpulkan dan memberi tugas untuk dikerjakan di rumah selama sepekan,” tukasnya.

Vina (30), salah satu orang tua murid di Pekanbaru menyebut, sudah mengetahui rencana belajar tatap muka itu. Namun tidak tahu pasti teknisnya. Ia memiliki satu anak yang masih belajar di jenjang SMP dan satu anak di jenjang SD. Vina menyambut baik kebijakan pemerintah untuk memulai pembelajaran tatap muka. “Baguslah, saya sudah pusing mengajari materi sekolah anak-anak, tetapi belum tau pasti apakah semua tatap muka, dari edaran Disdik menyebutkan bertahap mulai PAUD, TK, SD dan SMP,” kata Vina. (Ant)

Lihat juga...