SMPN1 Lewolema Flotim Luncurkan Lima Buku di Tengah Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Para siswa, guru, pembina pramuka dan kepala sekolah SMPN1 Lewolema, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan 5 buku di tengah pandemi Covid-19 yang juga melanda daerah ini.

Guru SMPN1 Lewolema,Desa Painapang, Kabupaten Flores Timur, NTT, Maksimus Masan Kian saat ditanyai, Kamis (26/11/2020). Foto : Ebed de Rosary

Karya buku yang diluncurkan pada sekolah yang berlokasi di Dusun Welo, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur ini di antaranya karya tunggal siswa atas nama Irna Tabe. I

“Ia menjadi siswa pertama di SMPN 1 Lewolema yang menghasilkan karya buku tunggal. Mungkin, Irna Tabe juga adalah siswa SMP pertama di Flores Timur yang sendiri menulis satu buku,” kata Maksimus Masan Kian, guru SMPN1 Lewolema, Kabupaten Flores Timur, NTT kepada Cendana News, Kamis (26/11/2020).

Maksi, sapaannya menyebutkan, Irna menulis karya sastra puisi tentang aktivitas harian, alam, orang tua dan pahlawan Covid-19. Sementara buku berikutnya berbentuk karya sastra ditulis oleh 20 siswa Anggota Komunitas Literasi, berisi kegiatan literasi di sekolah.

Ia mengatakan, buku ketiga, karya pembina pramuka bernama Albert Maran berisi panduan untuk pembina pramuka dalam menghidupkan kegiatan Pramuka di sekolah.

“Buku keempat karya Kepala SMPN 1 Lewolema, Kons Wungbelen berisi visi, misi dan program sekolah tentang kegiatan ekstrakurikuler siswa. Buku terakhir karya saya tentang petualangan sehari ke Lamawohong, Solor Barat,” ungkapnya.

Kepala SMPN 1 Lewolema, Kons Wungbelen menyampaikan rasa bangga dan syukur atas prestasi yang di raih di SMPN 1 Lewolema dengan penerbitan 5 buah yang sudah mendapatkan International Standard Book Number (ISBN) atau angka standar buku internasional.

Bagi Kons, lima karya buku yang dihasilkan di SMPN 1 Lewolema adalah sebuah karya besar, unik dan spektakuler dengan visi utama pada penguatan peserta didik, akan membuka ruang yang luas bagi anak- anak untuk berkreasi.

“Keberadaan Komunitas Literasi di Satuan Pendidikan, SMPN 1 Lewolema, memiliki manfaat yang positif dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk berkreasi,” ujarnya.

Mantan Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Larantuka ini, menambahkan, selain melatih bagaimana hidup berorganisasi, mereka belajar mengasah kemampuan menulis dengan imajinasi aktivitas harian mereka dan keindahan alam sekitar.

“Memang untuk mendapatkan yang berkualitas hebat, proses dan waktu yang memberi jawaban itu, namun tugas untuk menekuni satu hal yang adalah bakat, adalah bagian dari kewajiban untuk mendukung cita-cita,” kata Kons.

Lihat juga...