Sodetan Baru Aliran Kali Cakung di Komplek Wahana Disoal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Pengalian aliran Kali Cakung di Komplek Perumahan Wahana, tepatnya di perbatasan antara Kelurahan Jatisari dan Jatiranggon, Kota Bekasi disoal. Pasalnya sodetan tersebut disamping mengubah peta aliran sungai juga menutup aliran lama.

Kang Abel Aktifis Lingkungan mempersoalkan sodetan baru yang dilakukan pengembang Wahana terhadap aliran Kali Cakung, Rabu (18/11/2020). Foto: Muhammad Amin

Diketahui pihak pengembang melakukan sodetan baru dengan membelokkan aliran Kali Cakung, dengan menimbun aliran yang ada. Hal tersebut bisa menggelapkan batas wilayah dua kelurahan. Dan aktifitas tersebut sempat dihentikan oleh pihak Camat Jatiasih dan Kelurahan Jatisari dengan memberi surat teguran.

Pantauan di lokasi, aliran Kali Cakung yang lama sudah tidak berfungsi dan sisa timbunan masih menumpuk hingga menghambat aliran air. Pihak Kelurahan diminta segera melakukan tinjauan kembali.

“Secara kasat mata, jelas pengembang diuntungkan dengan sodetan baru tersebut. Karena saluran air yang lama lahannya lebih luas. Siapa yang menjamin bahwa kedepan aliran Kali Cakung yang lama tidak ditimbun, sekarang sisa timbunan masih ada, belum dibersihkan secara total,” ujar Kang Abel aktifis lingkungan kepada Cendana News, Rabu (18/11/2020).

Dikatakan meski sudah diminta Camat Jatiasih dan Lurah Jatisari, untuk membuka timbunan saluran air lama sebagai batas wilayah. Tapi tidak dikembalikan seperti awal. Terlihat air tetap belok ke kiri mengikuti sodetan baru yang dilakukan pihak pengembang.

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Jatiasari, Bayonk, mengakui sudah memberi teguran langsung dan tertulis ke pihak pengembang. Bahkan jelasnya sudah datang ke lokasi dan sempat meminta menghentikan aktifitas penimbunan aliran Kali Cakung tersebut.

“Kami sudah melakukan tinjauan bersama Camat Jatiasih ke lokasi Wahana. Bahkan sempat menghentikan aktivitas. Tapi sebenarnya titik objek lokasi penimbunan sodetan aliran Kali Cakung tersebut masuk wilayah administrasi Kelurahan Jatiranggon,” ujarnya mengaku sudah koordinasi.

Dia pun mengarahkan konfirmasi ke Lurah Jatiranggon untuk lebih jelasnya. Ia pun mengaku akan terus mengawal agar tidak merubah aliran Kali Cakung tersebut.

Sementara itu Lurah Jatiranggon, Ahmad Hidayat, mengatakan hal senada bahwa telah bertemu dengan pihak pengembang. Diakuinya bahwa sodetan dilakukan alasannya karena aliran yang lama airnya sudah tidak lancar sehingga dibuat sodetan baru.

“Pengembangnya mengaku hanya untuk memperlancar aliran air. Karena volume air besar dan lambat. Sodetan dilakukan pihak PT Wahana sendiri selaku pengembang,” tukasnya.

Diakuinya bahwa sebelumnya dia juga mendapat laporan protes dari warga setempat. Tapi setelah ditemui langsung warga merasa bersyukur dengan sodetan tersebut asalkan tidak menutup aliran lama.

Dikonfirmasi saat ini kondisi aliran lama sudah ditimbun dan belum dibersihkan secara maksimal oleh pengembang. Ahmat Hidayat, mengaku belum mengetahui lebih lanjut. Ia berjanji akan kembali meninjau lokasi.

“Karena saya sudah minta agar jalur lama tetap ada itu sebagai batas wilayah tidak boleh ditutup. Jika terjadi tentu kami akan persoalkan,”tegasnya.

Menurutnya, pengakuan dari pengembang bahwa tidak ada pemindahan saluran air. Tapi jika itu terjadi artinya pengembang sudah menyalahi karena sesuai laporan pengembang sodetan sebagai tambahan saluran air bukan pengalihan.

“Kalau sampai terjadi alihfungsi kelurahan Jatiranggon tidak akan tolerer. Tetap jalur lama difungsikan dan harus karena itu batas wilayah,” pungkasnya.

Lihat juga...