Sriping Pisang, Produksi Andalan Warga Desa Darmakradenan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Sebagai sentra penghasil pisang, masyarakat Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas banyak yang membuat olahan pisang, salah satunya adalah sriping pisang. Jenis camilan ini sangat digemari, karena gurih dan manis.

Salah satu pelaku usaha sriping pisang di Desa Darmakradenan, Kasminah di rumahnya, Selasa (10/11/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Salah satu pelaku usaha sriping pisang di Desa Darmakradenan, Kasminah mengatakan, dalam satu hari ia membuat 4 kilogram, karena penjualannya masih terbatas hanya di warung-warung dekat rumahnya.

“Saya membuat 4 kilogram, kemudian dibungkus kemasan kecil-kecil, ukuran 1,5 ons dan dijual ke warung dengan harga Rp 4.000 per bungkus. Oleh pemilik warung kemudian dijual dengan harga Rp 5.000 per bungkus,” katanya, Selasa (10/11/2020).

Lebih lanjut ibu tiga anak ini mengatakan, ada dua varian rasa yaitu asin dan manis. Hanya saja, untuk pemasaran masih sangat terbatas dan belum merambah hingga keluar desa.

“Kendalanya dalam penjualan, karena yang beli hanya orang-orang di kampung sini saja, sedangkan rata-rata mereka juga mempunyai pohon pisang dan terbiasa mengolah pisang sendiri,” tuturnya.

Minggu lalu Kasminah mengikuti pelatihan teknologi tepat guna UMKM yang digelar oleh jajaran Korem 071/Wijayakusuma dalam rangkaian kegiatan Serbuat Teritorial di Desa Darmakradenan. Pelatihan tersebut membuatnya semakin mantap dalam menjalankan usaha pembuatan sriping pisang.

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, Kasminah mengaku baru paham bahwa ternyata kemasan produk juga penting untuk meningkatkan harga. Jadi kalau kemasan sriping lebih bagus dan higienis, bisa dijual lebih mahal. Tetapi harus dijual ke pasar lebih luas, sehingga pembelinya lebih banyak.

Ia akan mencoba untuk memperbaiki kemasan, misalnya dengan menggunakan plastik yang lebih tebal dan lebih rapat serta rapi. Kusminah juga mendapatkan pengetahuan tambahan tentang pengolahan sriping pisang, yaitu berbagai varian rasa yang bisa dicampurkan. Sehingga rasa sriping pisang tidak hanya asin dan manis saja.

Sementara itu, Kepala Desa Darmakradenan, Imam WS mengatakan, warganya yang berjualan aneka olahan dari pisang cukup banyak, mengingat produksi pisang di desa tersebut memang melimpah. Desa Darmakradenan dikenal sebagai sentra penghasil pisang ketiga terbesar di Kabupaten Banyumas.

Selain sriping pisang, lanjutnya, beberapa warga juga ada yang membuat sale pisang ataupun gethuk pisang. Namun, Kades mengakui, adanya kendala dalam pemasaran.

“Pemasarannya memang masih terbatas di lingkungan desa saja. Sekarang ini kegiatan Serbuan Teritorial oleh bapak-bapak TNI sedang membangun sentra ekonomi di desa kami, semoga saja ini bisa menjadi titik awal terbukanya pemasaran produk-produk warga Desa Darmakradenan, supaya bisa menjangkau pasang lebih luas lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...