Suharni Ubah Sampah Gelas Plastik jadi Tas Belanja

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Gelas minuman kemasan berbahan plastik dari berbagai merek biasanya banyak dibuang begitu saja. Sampah tersebut banyak ditemukan di tepi jalan maupun di tempat pembuangan sampah serta sulit diurai tanah.

Padahal di tangan kreatif, sampah bekas kemasan minuman bisa diubah beragam asesoris yang bernilai jual. Bahkan tak jarang jadi buruan pecinta barang kreatif.

Salah satunya seperti dilakukan Suharni, warga Kav Rawa Silam 3 RT8/3 Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia mengubah aneka bahan sampah jadi tas khusus untuk belanja dan dinamakan keranjang teratai daur ulang.

“Bahan baku tas dari  gelas minuman seperti ale-ale yang dirangkai menggunakan tali tambang ukuran terkecil. Ada juga bahan plastik bungkus kopi, dan bekas karung beras,” ujar Suharni, saat ditemui Cendana News, Rabu (4/11/2020).

Namun demikian imbuhnya, tas dari bahan ring gelas plastik minuman paling banyak diminati dan dipesan. Dalam pembuatannya pun  membutuhkan proses tidak sebentar dari menggunting ring minuman gelas, merangkai, dan membersihkan.

Menurutnya, untuk tas yang menggunakan bahan baku ring sisa gelas plastik bahan bakunya memerlukan sekira lima ratus ring. Tapi itu untuk ukuran ideal, karena lebih kecil ukuran maka bahan baku tentu lebih sedikit.

“Kalau fokus, sehari bisa menyelesaikan satu tas bahan ring gelas plastik. Karena prosesnya panjang seperti mengiris ring menggunakan karter kemudian mencuci hingga licin. Setelah bersih baru dirangkai atau digabung menjadi tas,” tukasnya.

Dikatakan, prosesnya bisa memerlukan waktu panjang sebab salah satunya setiap tambang pengikat harus dibakar perlahan. Untuk ketahanan dalam penggabungan rangkaian ring minuman ringan itu menjadi tas dengan beragam kreasi. Untuk warna bisa dibuat tergantung ring gelas yang didapat.

Selama ini, Suharni mengaku, memproduksi sendiri di rumah untuk mengisi waktu luang. Diakuinya, menekuni kreativitas memanfaatkan limbah sampah sudah ditekuninya sejak 2015. Selama ini, diakuinya, terkendala di pemasaran, hanya dari mulut ke mulut.

“Biasanya ada pesanan dari dinas tertentu, buat pameran dan lainnya. Tapi pemasaran sekarang hanya dari mulut ke mulut,” ujarnya mengaku, bahan baku didapat dari bank sampah yang telah dipilah secara khusus.

Untuk menambah penghasilan, Suharni, juga biasa dipanggil untuk jadi pembicara atau memberi pelatihan tata cara membuat tas dari bahan limbah. Cara tersebut dilakukan dalam rangka cara memanfaatkan sampah untuk membantu kampanye mengurangi sampah plastik.

Jika dijual, harga tas dari ring gelas plastik dibandrol Rp75 ribu. Sementara tas bahan karung beras atau pun plastik kopi hanya Rp35 ribu.

Lihat juga...