Sukseskan Pembelajaran, SMPN 1 Titehena Flotim Kerja Sama dengan Desa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Sekolah SMPN1 Titehena di Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT, Fransiskus Dollu saat ditanyai, Kamis (19/11/2020). Foto : Ebed de Rosary

LARANTUKA — Untuk menunjang pembelajaran selama masa pandemi Covid-19, SMPN 1 Titehena menjalin kerja sama dengan 9 desa di Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang warganya bersekolah di sekolah ini.

Kerja sama dengan 9 desa ini dilakukan agar desa bisa memfasilitasi kegiatan pembalajaran jarak jauh dan luring yang berlangsung di desa tersebut.

“Kami bekerjasama dengan 9 desa agar bisa memfasilitasi proses belajar mengajar di desa tersebut,” terang Kepala Sekolah SMPN1 Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT, Fransiskus Dollu saat ditanyai Cendana News, Kamis (19/11/2020).

Frando menyebutkan, jumlah siswa di SMPN 1 Titehena sebanyak 317 orang yang tersebar di desa terdekat yakni Lewolaga, Leraboleng, Duntana, Lewoingu, Tenawahang, Ile Gerong, Bokang Wolomatang, Kobasoma dan Konga.

Ia katakan, jarak desa-desa tersebut dengan sekolah kurang lebih 3 sampai 10 kilometer, sedangkan guru tersebar di 13 desa yang berada di 3 kecamatan yakni Kecamatan Titehena, Demon Pagong dan Lewolema.

“Kami membentuk tik kerja guru untuk melaksanakan pembelajaran dari desa ke desa berupa kunjungan rumah. Para guru juga menyiapkan video-video pembelajaran untuk disebarluaskan kepada para siswa di setiap desa,” ucapnya.

Frando jelaskan, strategi lainnya, para guru telah menyiapkan ringkasan materi dan tugas-tugas yang akan dibagikan kepada siswa-siswi pada saat dilaksanakan kunjungan belajar.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga menggandeng tenaga kesehatan di desa tersebut untuk memantau proses belajar mengajar dimana semua kegiatan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak.

“Orang tua murid juga mendukung dengan mempersiapkan perlengkapan siswa untuk pembelajaran seperti alat tulis, telepon genggam serta paket data agar bisa mengakses internet,” ucapnya.

Frando mengapresiasi langkah pemerintah desa yang selalu memberikan dukungan dengan sering menyebarluaskan informasi yang diperoleh dari sekolah kepada para siswa dan juga menyiapkan tempat untuk kegiatan pembelajaran ini.

“Sekolah tidak boleh kehabisan ide ketika dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19. Sekolah harus kreatif dan inovatif agar anak didik tidak ketinggalan pelajaran,” ucapnya.

Sementara itu Yohana salah seorang siswi SMPN1 Titehena yang ditanyai, meskipun mengalami sedikit kendala dalam pembelajaran saat proses pandemi Corona, namun proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik.

Yohana menyebutkan, selama dilaksanakan pembelajaran luring, pihaknya disiapkan aula di kantor desa sehingga bisa melaksanakan dengan baik.

“Kami tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar baik secara daring maupun luring dengam baik selama pandemi Corona berkat bantuan dari pemerintah desa,” ungkapnya.

Lihat juga...