Sulut Tingkatkan Pengawasan Harga Kebutuhan Pokok

MANADO — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Utara meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap stok bahan kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru di daerah tersebut.

“Setiap hari pemantau harga kebutuhan pokok selalu dipantau, namun jelang Natal akan ditingkatkan lagi, sehingga tidak ada pedagang yang melakukan permainan harga,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Ronny Erungan, di Manado, Selasa (17/11/2020).

Ronny mengatakan pemantauan dan pengawasan ini selain dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Kota Manado, yang menjadi patokan harga, juga di 15 kabupaten dan kota.

“Kami akan terus bersinergi dengan 15 kabupaten dan kota, sehingga harga kebutuhan pokok tetap dipantau dan jaga kestabilannya,” kata Ronny.

Apalagi, katanya, jelang Natal permintaan kebutuhan pokok akan semakin tinggi dari kondisi normal.

Kendati, katanya, saat ini masih dalam kondisi adanya pandemi virus corona (COVID-19), namun masyarakat Sulut tetap akan merayakan Natal walaupun hanya dengan keluarga, pasti akan belanja bahan pokok lebih dari biasanya.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan kabupaten kepulauan juga untuk memantau dan mengawasi kebutuhan pokok di kawasan itu,” katanya.

Harus diakui, harga sejumlah kebutuhan pokok di tiga kabupaten kepulauan Sulut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di sentra perdagangan Kota Manado.

Dia mengatakan sehingga pemantauan dan pengawasan, serta ketersediaan stok di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud harus tetap terjamin di daerah tersebut.

Karena, katanya, terkadang harga kebutuhan pokok di kepulauan bisa mempengaruhi harga di kabupaten lain.

Ia mengatakan saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok di sentra perdagangan Kota Manado, masih dalam keadaan stabil.

Tercatat harga di Pasar Pinsungkulan dan Pasar Bersehati, untuk beras medium Bulog Rp9.450/kg, beras premium Rp11.000-Rp12.500/kg, gula pasir Rp12.500/kg, cabai rawit Rp44.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, daging ayam ras Rp35.000/kg, tomat Rp15.000/kg dan daging sapi Rp113.000/kg.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan, sehingga jika terjadi kekurangan stok, akan segera dipasok dari sentra produksi,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...