Sumur Pancuran Keramat Cimatis di Jatikarya Ramai Diziarahi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Sejumlah situs keramat ada di Wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Mulai dari makam, hingga sumur yang dipercaya memiliki berkah tersendiri meliputi obat atau lainnya bagi sejumlah orang yang datang berkunjung.

Semua peninggalan yang dianggap keramat tersebut sudah Cendana News kunjungi dan bahas sebelumnya, seperti Sumur Binong, Hulu Cai, Sumur Jamblang,Sumur Bandung di Jatiraden atau lebih dikenal dengan 7 sumur serta beberapa makam keramat di Kranggan.

Cendana News, berkesempatan mengunjungi salah satu sumur keramat yang dikenal angker atau oleh warga sekitar dikenal dengan sebutan Pancuran Keramat Cimatis. Nama itu sesuai dengan nama kampungnya, yang berada di Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

“Banyak yang datang ke sumur untuk tujuan tertentu seperti ziarah atau lainnya, biasanya malam Jumat lebih ramai, mereka datang mengambil air ataupun mandi. Saya hanya menjaga dan membersihkan lokasi sumur pancuran keramat ini dan telah turun temurun,” ujar  Mpo Samah, juru kunci Sumur Pancuran Keramat Cimatis, kepada Cendana News, Minggu (29/11/2020).

Pengunjung tersebut lanjutnya terdiri dari berbagai kalangan dengan beragam tujuan, sesuai dengan keinginannya. Bahkan jelasnya biasanya para sinden datang untuk mandi. Ataupun mereka yang ingin usahanya lancar juga kerap datang.

Menurutnya keberadaan Sumur Pancuran Keramat Cimatis tersebut sudah dikenal sejak dulu dan orang tua Mpo Samah, dari dulu dipercaya untuk menjaga dan membersihkan areal sumur, seperti menguras kolam ataupun lainnya.

“Saya tidak memiliki ilmu apa-apa, hanya meneruskan amanah untuk menjaga dan melestarikan sumur pancuran keramat ini. Karena mata airnya tidak pernah kering,” ujar Samah.

Lokasi sumur pancuran keramat itu sendiri  terletak di Jalan Raya Kalimanggis, menuju Kota Depok tepat melalui gang swadaya empat di ujung pemukiman pendudukan di perbatasan wilayah Depok dan berada di bantaran Kali Sunter.  Untuk sampai ke lokasi harus melintasi perkebunan warga yang masih menggunakan tanah merah.

Saat ini di atas lokasi pancuran keramat tersebut sudah memiliki satu musala yang cukup layak, dan untuk menuju lokasi pancuran sudah dibuat tangga semen memudahkan bagi peziarah untuk turun ke tempat sumur pancuran.

“Musala dibangun oleh pengusaha yang ada di sekitar lokasi, begitupun tangga dibangun oleh peziarah yang peduli akan kelestarian sumber mata air, agar mempermudah saat ke lokasi sumur pancuran keramat,” papar Mpo Samah.

Saat ini Mpo Samah berharap ada bantuan bangunan yang ada di sekitar musala membuat talang air, karena selama ini jika hujan ada rumahan sekitar musala tersebut airnya masuk ke dalam lokasi musala.

“Biasanya banyak juga yang datang untuk shooting youtube gitu, atau pun mereka datang untuk menarik benda gaib yang ada di sekitar sumur. Tapi sekarang saya sudah tidak izinkan lagi, ga boleh ada shooting untuk televisi apapun khawatir disalahgunakan,” paparnya.

Salah seorang peziarah yang kebetulan datang mengaku bernama Misan, mengaku sengaja datang untuk mengambil air dari sumur pancuran keramat tersebut. Ia mengaku untuk obat, karena airnya jernih dan langsung dari tanah.

“Ini syari’at saja, semoga bisa memberi kesembuhan atas izinnya Allah. Biasanya banyak juga yang datang untuk mandi,” jelasnya.

Di lokasi sumur pancuran sendiri disediakan dua kamar mandi khusus airnya sudah dialirkan dari kolam tampungan dengan menggunakan pipa. Peziarah baik mandi ataupun sekadar cuci muka untuk berwudhu bisa langsung dari pancuran yang disediakan.

Lihat juga...