Surat Suara Pilkada 2020 Boven Digul Belum Dicetak

Ilustrasi - Pilkada serentak pada 9 Desember 2020. (ANTARA/HO)

JAYAPURA – Hingga Senin (23/11/2020) petang, surat suara Pilkada 2020 untuk Kabupaten Boven Digul, Papua belum dicetak. Proses pencetakan masih menunggu desain surat suara dari KPU RI.

“Memang benar hingga saat ini surat suara untuk Pilkada Kabupaten Boven Digul belum dicetak, karena masih menunggu desain dari KPU RI. Saya sudah telepon dari pagi namun tidak diangkat,” ujar Komisioner KPU Papua, yang membidangi logistik, Jufri Abubakar, Senin (23/11/2020) malam.

Menurutnya, selain surat suara, tercatat formulir D yang yang merupakan formulir untuk mengisi rekapitulasi di PPD juga belum dicetak. “Kami berharap KPU RI segera mengeluarkan desain, agar surat suara dapat segera dicetak,” kata Jufri.

Dari catatannya, saat ini untuk kebutuhan surat suara 10 kabupaten lain di Papua semua sudah selesai. Seluruh surat suara dicetak di Surabaya. Dalam keterangan sebelumnya, Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay mengakui, tiga anggota KPU Boven Digul diberhentikan sementara, karena meloloskan Yusak Yeluwo, sebagai salah satu calon bupati.

Komisioner KPU Papua, yang membidangi logistik, Jufri Abubakar – Foto Ant

Sedangkan dua anggota lainnya menyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), karena belum cukup lima tahun bebas. Tiga anggota KPU Kabupaten Boven Digul yang diberhentikan sementara yaitu, Libertus Pogolamun, Hatta Nongkeng, dan Veronika Lande.

Surat KPU RI tertanggal 4 November 2020, selain berisi kebijakan memberhentikan sementara tiga anggota KPU Boven Digul, juga memerintahkan KPU Papua mengambil alih tugas, serta tanggung jawab tahapan pilkada di Boven Digul.

KPU Papua juga diminta mengevaluasi keputusan KPU Boven Digul tertanggal 23 September, tentang penetapan paslon pemilihan bupati dan wakil bupati 2020. Serta melakukan langkah penetapan Yusak Yeluwo sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Ant)

Lihat juga...