Tabur Puja Cilacap Mulai Berlakukan Jaminan untuk Pinjaman Besar

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Mengingat banyaknya kredit macet, program Tabur Puja Yayasan Damandiri di Kabupaten Cilacap mulai memberlakukan adanya jaminan untuk pinjaman yang nilainya di atas Rp5 juta.

Manager Tabur Puja Cilacap, Sudaryanto mengatakan, aturan adanya jaminan tersebut mulai diberlakukan bulan Septemeber lalu. Namun, tetap mengedepankan misi sosial untuk membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sehingga walaupun nilai jaminan di bawah besarnya kredit, tetap diperbolehkan.

“Sekalipun ada jaminan, tetapi nilai jaminan tidak harus di atas nilai pinjaman. Jadi misalnya pinjam di atas Rp5 juta, jaminannya Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor atau BPKB sepeda motor yang harga jual motor hanya Rp3 juta, tetap diperbolehkan,” jelas Sudaryanto,. Minggu (29/11/2020).

Menurutnya, aturan jaminan di Tabur Puja berbeda jauh dengan perbankan pada umumnya. Jaminan hanya sebagai pengikat antara nasabah dengan Tabur Puja saja, sehingga nilai jaminan tidak menjadi patokan pencairan pinjaman modal.

Selain memperlakukan aturan dengan jaminan, Tabur Puja Cilacap juga tidak menerima anggota baru untuk sementara waktu. Hal tersebut dilakukan untuk menekan angka Non Permorming Loan (NPL) atau kredit macet. Sehingga penyaluran kredit Tabur Puja hanya diberikan kepada anggota lama saja. Saat ini keanggotaan Tabur Puja pada tiga kecamatan di Cilacap sudah mencapai 2.108 orang. Mulai dari pemilik warung hingga tukang bakso dan penjual makanan keliling.

“Kita mulai melakukan pencairan kredit bantuan modal lagi bulan September kemarin, tetapi hanya untuk anggota lama dan tidak menerima anggota baru untuk sementara waktu ini,” katanya.

Pencairan kredit bantuan modal untuk anggota lama pun dibatasi dan dilakukan secara selektif. Yaitu diutamakan nasabah yang selama ini tetap berusaha tertib membayar angsuran, atau kalau toh menunggak angsuran, tetap ada komunikasi dengan Tabur Puja dan memberikan alasan yang tepat.

“Pencairan bantuan modal dilakukan seminggu sekali pada hari kas dan tiap kelompok hanya satu orang yang bisa mendapatan pencairan bantuan, sehingga dalam satu bulan, dibatasi hanya ada maksimal 4 pencairan saja.” terang Sudaryanto.

Langkah tersebut diambil, karena pihak Yayasan Damandiri mempunyai komitmen untuk tetap berusaha membantu para pelaku usaha kecil di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu nasabah Tabur Puja, Darti Lestari dari Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja mengatakan, bantuan pinjaman modal dari Tabur Puja sangat membantu masyarakat yang terdampak. Karena selain mendapat tambahan modal, kebijakan Tabur Puja juga tidak memberatkan nasabah.

“Untuk pinjaman Rp2 juta misalnya, kita hanya membayar angsuran Rp202.000 per bulan selama satu tahun. Namun jumlah tersebut tidak semuanya untuk angsuran, tetapi disisihkan Rp5.000 pada setiap angsuran untuk dimasukkan dalam tabungan kita,” tuturnya.

Lihat juga...