Tahun Depan Dana Desa di Mukomuko untuk Pemulihan Ekonomi

Suasana di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko - foto Ant

MUKOMUKO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengatakan, sebagian dari dana desa 2021 di daerah tersebut diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi.

Kondisi ekonomi di daerah tersebut mengalami penurunan, akibat terdampak pandemi COVID-19. “Dana desa 2021 diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi, yang terkait dengan pembangunan infrastruktur, yang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko, Gianto, Sabtu (21/11/2020).

Pembangunan infrastruktur, yang bertujuan untuk pemulihan ekonomi masyarakat seperti pembangunan jalan usaha tani, termasuk program jaring pengaman sosial berupa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), menjadi contoh program yang bisa dilakukan.

Di 2021, desa di Mukomuko diberi kesempatan untuk mengalokasikan dana desa di dalam APBDes untuk BLT-DD. Untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19. “Kemungkinan masih ada warga setempat yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama masa pandemi COVID-19. Untuk itu warga bisa mendapatkan BLT-DD,” jelasnya.

Selain itu, dana desa juga bisa digunakan untuk menjalankan tatanan kehidupan baru, seperti menyediakan sarana dan prasarana untuk pencegahan penyebaran virus corona. “Silahkan desa itu mengalokasikan dana desa untuk menuju tatanan hidup baru seperti penyediaan tempat cuci tangan dan sabun, pembelian cairan disinfektan untuk disemprotkan di fasilitas umum di desa,” jelasnya.

Dana Desa untuk 148 desa di Mukomuko pada 2021 mencapai Rp123,16 miliar. Jumlahnya meningkat sekira Rp285,68 juta, dibandingkan alokasi di 2020 yang hanya sebesar Rp122, 88 miliar. Dana Desa meningkat karena salah satunya adanya penambahan dana untuk alokasi kinerja di 15 desa. (Ant)

Lihat juga...