Taman Bermain Wonderia, Primadona yang Kini Teronggok Terlupakan

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Sempat digadang-gadang menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Semarang, Taman Bermain Wonderia kini bernasib tragis. Teronggok terlupakan. Rumput liar menutupi hampir seluruh wahana permainan yag tersisa. Kondisi ini berbeda 360 derajat, dibandingkan masa kejayaannya.

Ingatan Ahmad Ripai masih jelas, meski hal tersebut terjadi beberapa tahun lalu. Hampir setiap ada kesempatan, dirinya bersama keluarga selalu menyempatkan diri berwisata ke Wonderia.

Sebagai salah satu taman bermain terbesar di Kota Semarang, pada saat itu, Wonderia menjadi tujuan utama warga yang ingin bertamasya. Terutama wisata keluarga. Tidak hanya masyarakat Semarang, namun juga luar Semarang.

Ditambah lokasinya yang strategis di jantung kota, kala itu Wonderia menjadi tempat yang tepat untuk mengisi liburan akhir pekan atau hari libur nasional.

“Wahana permainannya cukup banyak, seperti yang sekarang ini ada, seperti boom boom car, kereta coaster, komidi putar sampai rumah hantu. Dulu kalau mau masuk harus antri cukup panjang, apalagi hari Sabtu-Minggu,” paparnya, saat ditemui di bekas Taman Bermain Wonderia, di Jalan Sriwijaya Semarang, Minggu (29/11/2020).

Warga Kota Semarang, Ahmad Ripai , saat ditemui di bekas Taman Bermain Wonderia Semarang, Sabtu (29/11/2020). -Foto Arixc Ardana

Meski tidak ingat jumlah pasti wahana permainan yang ada, namun dirinya meyakini ada belasan. “Selain itu juga banyak kegiatan yang digelar, mulai dari pameran baju distro, sampai pentas musik. Wonderia itu dulu seperti Ancol atau Dufan-nya Semarang,” tambahnya.

Namun sayang, karena beragam persoalan baik secara internal maupun eksternal, termasuk munculnya taman wahana permainan baru di Kota Semarang, membuat jumlah pengunjung terus menurun, sehingga Wonderia yang diresmikan pada tahun 2007 oleh Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, harus ditutup pada 2017 lalu.

Sempat akan dimanfaatkan untuk objek wisata lain hingga pusat kuliner, namun hingga kini nasibnya masih belum jelas.

Sementara, salah seorang pedagang kaki lima yang berjualan di depan lokasi bekas Wonderia, Suparman, berharap lokasi tersebut bisa difungsikan kembali, entah untuk objek wisata atau fasilitas lainnya.

“Dulu saat masih ada Wonderia, dagangan saya juga ikut terbantu terjual. Banyak pengunjung yang setelah bermain di sana, mampir makan di warung sini. Kalau sekarang kan tidak ada, sejak ditutup. Kalau difungsikan kembali, sedikit banyak bisa membantu ekonomi pedagang sekitar,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Aset, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang, Sutanto saat dihubungi mengatakan jika sudah ada beberapa investor yang melihat lahan eks Wonderia tersebut.

“Namun saat ini memang belum ada yang diputuskan, apalagi saat ini masih pandemi Covid-19, jadi fokusnya ke persoalan ini terlebih dulu,” paparnya.

Pantauan di lokasi, hampir semua sisi dari lahan di dalam eks Wonderia sudah tertutup oleh semak belukar. Meski demikian, jalan paving yang ada masih terawat, sejumlah bangunan juga masih berdiri tegak.

Lihat juga...