Taman Rusa Bintik Putih, Sarana Wisata Edukasi Anak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Akil memberi makan wortel pada rusa tutul (axis deer) di Taman Rusa Bintik Putih. Sesekali tangan Akil mengelus kepala rusa itu, terlihat sangat gemas.

“Bunda, ini rusanya lucu banget, gemesin,” ujar Akil sambil melirik bundanya bernama Fitri yang berdiri di sampingnya.

Siswa kelas 2 SDN Cikupa, Pasir Gunung, Cimanggis, Jawa Barat ini terlihat sangat senang dapat memberi makan dan bercanda dengan rusa itu.

“Ya senang, nggak takut kok. Rusanya baik ini,” ujar Akil, kepada Cendana News, saat ditemui di Taman Rusa Bintik Putih, Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Fitri, sang bunda mengaku sengaja datang ke Taman Rusa Bintik Putih ini untuk berwisata. Menurutnya, taman ini memberikan edukasi pengenalan hewan kepada anak-anak.

“Wisata ke taman ini menambah pengetahuan anak. Ia bisa berinteraksi dengan rusa, memegang dan memberi makan rusa itu. Sehingga timbul rasa sayang terhadap hewan,” ujar Fitri kepada Cendana News.

Taman Rusa Bintik Putih ini berada di kompleks Brigif Para Raider 17 Kujang 1 Kostrad, Jalan Nusantara, Cijantung, Jakarta Timur.

Bagi warga Jakarta Timur dan sekitarnya, jika ingin menyaksikan tingkah lucu hewan rusa, tidak perlu pergi ke kebun binatang. Bisa berkunjung ke Taman Rusa Bintik Putih yang telah hadir sejak tahun 2009.

“Taman ini menjadi sarana alternatif wisata edukasi bagi anak-anak,” ujar Kopral Kepala Jahuri, yang merupakan pengelola Taman Rusa Bintik Putih.

Kopral Kepala Jahuri merupakan pengelola Taman Rusa Bintik Putih saat ditemui di Taman Rusa Bintik Putih di kompleks Brigif Para Raider 17 Kujang 1, di Jalan Nusantara, Cijantung, Jakarta Timur, belum lama ini. Foto: Sri Sugiarti.

Menurutnya, keberadaan taman rusa ini menjadi salah satu upaya untuk melindungi populasi rusa sehingga terus berkembang biak.

Taman Rusa Bintik Putih ini merupakan taman kota milik Brigif Para Raider 17 Kujang 1 Kostrad. Tempat wisata ramah keluarga ini menurutnya, menjadi rumah bagi puluhan ekor hewan endemik India dan Srilanka yang ditangkarkan agar menjadi wahana rekreasi bagi masyarakat.

“Harapannya taman ini mampu meningkatkan pengetahuan warga, terutama anak-anak mengenai fauna, ya rusa bintik putih ini,” ujarnya.

Rusa tersebut merupakan hibah dari Istana Bogor, Jawa Barat. “Tahun 2009, kita ambil dari Istana Bogor itu 5 ekor rusa, kini telah berkembang biak jumlahnya ada 43 ekor rusa di taman ini,” kata Jahuri.

Dengan keberadaan rusa, banyak warga sekitar kompleks yang datang ke Taman Rusa Bintik Putih membawa anak dan anggota keluarga di kala sore hari setiap harinya.

Bahkan untuk Sabtu dan Minggu, pengunjung sangat banyak mendatangi taman ini.

Mereka sangat antusias melihat puluhan ekor rusa dari luar pagar sambil memberi makan wortel dan buncis yang dibelinya di area taman.

“Taman ini dikelilingi pagar BCR, untuk keamanan. Pengunjung bisa melihat rusa dari luar pagar, bisa memegang rusa dan memberi makan,” ujarnya.

Untuk makanan rusa, pihak pengelola Taman Rusa Bintik Putih melarang pengunjung untuk membawa makanan dari rumah. Karena pihaknya telah menyediakan wortel dan buncis sebagai makanan untuk rusa.

Pengunjung bisa membeli makanan itu di area taman. “Satu kantong kresek putih wortel atau buncis itu harganya Rp 2000, kalau 3 kantong itu Rp 3000. Kami melarang pengunjung bawa makanan dari rumah, karena pernah ada kejadian  rusa keracunan dari makanan yang dikasih pengunjung. Jadi kita berupaya menjaga kesehatan rusa,” ungkapnya.

Sedangkan untuk masuk area tamannya, pengunjung tidak dikenakan biaya. “Ini taman gratis, rusa tidak dikomersialkan, hanya pengunjung dianjurkan beli pakan rusanya saja. Nah, omzet jualan wortel dan buncis itu digunakan untuk biaya perawatan rusa dan taman ini,” ujar Jahuri.

Rusa tutul (axis deer) di Taman Rusa Bintik Putih di kompleks Brigif Para Raider 17 Kujang 1, di Jalan Nusantara, Cijantung, Jakarta Timur, belum lama ini. Foto: Sri Sugiarti.

Dia mengaku pengunjung silih berganti datang ke taman ini setiap harinya. Namun sejak pandemi Covid-19 melanda dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pengunjung taman sepi karena memang tidak diperkenankan datang.

Kini setelah PSBB transisi, pengunjung ramai lagi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Alhamdulillah ramai lagi taman ini, prokes tetap harus diperhatikan,” ujar pria kelahiran Majalengka 51 tahun ini.

Sebelum Covid-19, menurutnya, banyak siswa sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) yang berkunjung ke taman ini untuk melihat tingkah lucu rusa. Seperti sebut dia, TK dari Cimanggis, Depok, Condet, Pasar Minggu dan daerah lainnya.

“Anak TK itu sangat antusias ingin tahu rusa bintik putih. Kalau sekolah itu berkunjung seringnya hari Jumat ya,” tandasnya.

Dikatakan dia, hewan herbivora ini dikenal tidak agresif dan ramah, sehingga pengunjung khususnya anak-anak tidak perlu takut untuk memberi makan langsung dengan tangan.

Di sekitar Taman Rusa Bintik Putih, juga banyak tempat kuliner. Sehingga warga yang datang selain melihat rusa, bisa menikmati berbagai macam kuliner bersama keluarga.

“Untuk sekadar melepas penat dengan cara berwisata di Taman Rusa Bintik Putih, anak-anak juga bisa berinteraksi dengan rusa. Ada edukasi yang didapat untuk tidak takut hewan, karena rusa ini hewan jinak dan bertingkah lucu,” pungkasnya.

Lihat juga...