Tanaman Jarak Pagar Miliki Banyak Manfaat Bagi Lingkungan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Jajaran tanaman jarak ditanam rapi pada sejumlah pematang sawah, kebun pada wilayah perbukitan Gunung Balak. Suradi, salah satu warga di Desa Bandar Dalam, Kecamatan Bandar Sribawono, Lampung Timur menyebut tanaman jarak mudah dibudidayakan. Ia menanam jarak sejak puluhan tahun silam sebagai bahan baku minyak lampu.

Fungsi ekologis tanaman jarak sebut Suradi dirasakan penting untuk penahan longsor. Memiliki perakaran kuat, daun lebar tanaman bernama ilmiah Jatropha curcas itu mampu menahan erosi oleh tanah. Pada kondisi kesulitan pakan ternak daun tanaman bisa difermentasikan untuk pakan kambing. Proses fermentasi dengan pengeringan dan penyimpanan berfungsi menurunkan kadar racun.

Pemanfaatan tanaman jarak sebutnya tidak semasif tanaman keras lain. Namun penanaman secara berjajar pada lahan berundak atau terasering dikombinasikan dengan batu, bambu fungsional mencegah longsor. Terlebih wilayah register 38 tersebut menjadi kawasan kehutanan yang digarap masyarakat. Sebagian warga yang belum ada akses listrik memakai jarak sebagai bahan baku minyak.

“Selain penahan longsor saat kami tinggal di wilayah register Gunung Balak memanfaatkan tanaman jarak untuk bahan pembuatan minyak untuk lampu penerangan, tapi kini meski jarang digunakan dominan untuk tanaman pagar dan pakan ternak,” terang Suradi saat ditemui Cendana News, Rabu (11/11/2020).

Suradi, salah satu peternak di Desa Bandar Dalam, Rabu (11/11/2020). -Foto Henk Widi

Bagi lingkungan tanaman jarak sebutnya cukup membantu. Sebab saat musim kemarau sebagai tanaman yang memiliki kadar air tinggi pada batang tersebut masih tetap bisa bertahan. Ia juga mempergunakan bagian tanaman jarak untuk penanganan hama pada tanaman pertanian. Mengatasi hama penggerek buah, jamur dan walang sangit daun dan buah berfungsi sebagai racun alami.

Pemanfaatan tanaman jarak untuk insektisida biologis sebutnya mengurangi bahan kimia. Terlebih pada sejumlah lahan pertanian pencemaran lingkungan kerap terjadi pada penggunaan bahan kimia. Penyemprotan bahan kimia pada lahan pertanian berimbas polusi udara. Sejumlah petani yang akan mencari pakan ternak juga harus menghindari rumput terkontaminasi bahan kimia.

“Pengendalian bahan kimia dengan racun dari tanaman jarak ikut meminimalisir lingkungan dari bahan kimia,” bebernya.

Sukmanto, salah satu petani penanam jagung menyebut tanaman jarak dipertahankan sebagai pagar hidup. Secara fungsional selain sebagai tanaman pagar,jarak bisa memiliki manfaat untuk menahan laju erosi tanah. Pemanfaatan lahan kawasan kehutanan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian sebutnya berimbas tanah longsor.

“Pemakaian pupuk kimia berlebihan berimbas penurunan kualitas tanah,tanaman jarak dengan akarnya masih bisa menjaga kesuburan tanah,” sebutnya.

Idi Bantara, M.Sc, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) menyebut berbagai tanaman bisa dimanfaatkan untuk menjaga tanah. Konsep perhutanan kemasyarakatan dan sosial sebutnya diterapkan agar masyarakat sekitar hutan tidak hanya membudidayakan tanaman homogen. Sistem polikultur bisa dilakukan salah satunya dengan menanam pohon jarak.

“Berbagai tanaman dari bertajuk rendah hingga tinggi bisa ditanam,tanaman jarak pagar juga bisa dimanfaatkan,” bebernya.

Selain berfungsi menahan longsor, daun tanaman jarak jadi bahan kompos. Bagi konsep silvopastura atau perhutanan berbasis peternakan kolaborasi saling menguntungkan bisa dilakukan. Tanaman hutan jenis mindi, jarak, gamalina, sengon, nangka, alpukat bisa jadi pakan ternak. Kotoran ternak bisa dipakai sebagai pupuk dan sebagian tanaman produktif bisa menghasilkan secara ekonomis.

Lihat juga...