Terima Bantuan Dari Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Mbah Lasinem Sumringah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Sejumlah lansia kurang mampu di Desa Cerdas Mandiri Lestari Tamanmartani Kalasan Sleman nampak begitu gembira menerima bantuan paket sembako serta uang santunan dari Koperasi Tamanmartani Sejahtera, yang rutin disalurkan setiap bulannya.

Madiyah (57) anak dari mbah Jumirah penerima program bantuan sembako serta uang santunan dari Koperasi Tamanmartani Sejahtera.

Bantuan yang berasal dari Dinas Sosial DIY ini diberikan Koperasi Tamanmartani Sejahtera bagi sebanyak 75 lansia kurang mampu yang kondisinya memprihatinkan. Baik itu mengalami sakit menahun, lumpuh, kebutaan, hingga hidup seorang diri tanpa seorang pun yang mendampingi sehingga hanya menggandalkan uluran tangan dari orang lain.

Salah satu dari sekian banyak lansia penerima bantuan itu adalah Mbah Lasinem warga dusun Kepatihan. Nenek tuna netra berusia 100 tahun lebih itu, selama ini tinggal di gubuk sederhana miliknya seorang diri, tanpa ada yang mendampingi. Tidak memiliki suami ataupun anak, untuk makan sehari-hari Mbah Lasinem yang telah renta ini setiap hari hanya bisa menunggu uluran tangan kerabat atau tetangganya.

“Sebelum seperti sekarang, rumah mbah Lasinem ini dulunya gubuk reyot yang sangat tidak layak. Dindingnya kayu gedek sementara lantainya masih tanah. Alhamdulillah sekarang sudah lebih bagus, berkat program bedah rumah dari Koperasi Tamanmartani Sejahtera. Saat itu Koperasi membangun rumah ini dengan dana Rp10,5juta dari dana SHU,” kata Manager Umum Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Maimunah.

Selain memperbaiki kondisi rumah mbah Lasinem, Koperasi Tamanmartani Sejahtera yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri juga secara rutin memberikan bantuan sembako. Sejumlah kebutuhan pokok seperti makanan, telur, gula, beras diberikan untuk meringankan kebutuhan lansia yang sudah tidak bisa apa-apa seperti halnya mbah Lasinem.

“Bisa dibayangkan jika tidak ada yang memberikan uluran tangan seperti ini. Mau makan apa Mbah Lasinem,” ujar Maimunah.

Lain Mbah Lasinem, lain pula Mbah Jumirah warga dusun Keniten. Nenek 95 tahun ini sudah 3 tahun terakhir tak bisa beranjak dari tempat tidurnya akibat sakit menahun. Setiap hari ia harus melakukan semua kegiatan dengan dibantu anaknya Madiyah (57). Padahal Mardiyah sendiri merupakan salah satu keluarga pra sejahtera.

“Tentu bantuan Koperasi berupa uang santunan Rp200ribu setiap bulan ini sangat membantu sekali. Paling tidak bisa untuk membeli pampers dan kebutuhan lainnya. Mudah-mudahan, semakin banyak pihak yang mau memperhatikan orang kecil seperti kami. Tidak hanya Koperasi saja,” ujar Mardiyah.

Lihat juga...