Tiga Klaster Ini Mendominasi Penyebaran Covid-19 di Kota Semarang

SEMARANG — Meski tren kasus covid-19 di Kota Semarang menurun dalam dua pekan terakhir, namun kasus aktif masih terjadi. Terutama berasal dari tiga klaster terbesar yakni keluarga, perusahaan, dan perkantoran.

“Kasus aktif Covid-19 masih bermunculan, terutama dari klaster keluarga. Selain itu juga dari klaster perusahaan, dan perkantoran. Meski demikian dalam dua pekan terakhir ini, angka kesembuhan juga terus meningkat,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam di Semarang, Selasa (10/11/2020).

Dirinya mencontohkan, dalam dua hari terakhir ada 60 orang yang dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Pada Minggu (8/11/2020) lalu, ada sebanyak 30 pasien yang sudah dinyatakan sembuh , setelah mereka melakukan isolasi di rumah isolasi Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Lalu pada Senin (9/11/2020), sebanyak 30 orang pasien, juga kita nyatakan sembuh dan dipulangkan,” terangnya.

Meski demikian, juga ada penambahan pasien baru covid-19, terutama dari Kecamatan Semarang Barat dan Pedurungan.

“Kita kembali mengingatkan masyarakat, untuk tetap disiplin menerapkan protokol Kesehatan. Petugas kesehatan juga selalu memberikan edukasi, terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan tersebut,” tandasnya.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang dalam laman siagacorona.semarangkota.go.id, jumlah kasus Covid-19 aktif hingga Selasa (10/11/2020) sejumlah 532 kasus.

Sementara, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, meminta agar Pemkot Semarang menggencarkan menggencarkan edukasi dan operasi yustisi penerapan protokol kesehatan, untuk menekan penyebaran covid-19 dari tiga klaster tersebut.

“Selama ini operasi yang dilakukan tim gabungan lebih banyak dilakukan di tempat umum seperti pasar, pusat perbelanjaan, jalan, atau tempat kerumunan lain. Untuk itu, saya minta juga menyasar ke perkantoran, perusahaan dan perkampungan,” terangnya.

Sejauh ini, masih muncul klaster baru covid-19 dari tiga sektor tersebut. Termasuk klaster perkantoran di Kelurahan Manyaran Semarang Barat, sehingga perlu disiplin dari masyarakat.

“Mata rantai penyebaran covid-19 dari klaster perkantoran, perusahaan, dan keluarga di Kota Semarang masih belum terputus. Untuk itu Pemkot perlu melakukan operasi ke perkantoran untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik. Termasuk edukasi ke masyarakat, dalam upaya pencegahan covid-19,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto juga menandaskan, bahwa dalam dua minggu terakhir ini pihaknya sudah mulai menggencarkan operasi yustisi di tingkat kelurahan.

“Kita sudah ubah strategi operasi yustisi razia masker, jika sebelumnya dilakukan di jalan protokol atau tempat keramaian, sekarang kita tambah menyasar perkampungan di setiap kelurahan yang ada di Kota Semarang,” ungkapnya.

Hal tersebut untuk menekan munculnya klaster baru covid-19. Tidak hanya itu, edukasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan, juga dilakukan.

“Saat ini, kita memiliki 100 duta perubahan perilaku. Mereka bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan,” pungkasnya.

Lihat juga...