TPU Jatisari Semarang Siap 24 Jam Terima Jenazah Pasien Covid-19

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Meski jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari Kota Semarang mengalami penurunan, namun dipastikan pemakaman khusus Covid-19 tersebut tetap siaga 24 jam.

“Saat ini, jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Jatisari terus mengalami penurunan. Dalam sehari, kadang satu jenazah, kadang dua, bahkan terkadang satu minggu juga tidak ada,” papar Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali di Semarang, Rabu (25/11/2020).

Kondisi tersebut berbeda dengan awal pandemi Covid-19, jumlah jenazah covid-19 yang dimakamkan di TPU yang berlokasi di Kecamatan Mijen, Semarang tersebut bisa menyentuh angka 10-20 jenazah per hari.

Kadisperkim Kota Semarang, Ali, saat ditemui di Semarang, Rabu (25/11/2020). –Foto: Arixc Ardana

“Meski sudah mengalami penurunan, namun kita pastikan operasional TPU Jatisari ini buka selama 24 jam. Jika ada jenazah pasien Covid-19 yang harus dimakamkan, akan dilayani. Pukul berapa pun itu, apalagi sesuai SOP, jenazah Covid ini maksimal empat jam setelah meninggal, harus sudah dimakamkan,” terangnya.

Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya dari segi petugas, namun juga ketersediaan liang lahat pemakaman. “Setiap hari kita siapkan 6-8 liang lahat. Jadi kalau tiba-tiba ada jenazah yang harus dimakamkan, sudah tersedia. Persiapan ini dilakukan karena proses dalam penggalian tanah untuk pemakaman masih dilakukan secara manual, prosesnya juga lama, bisa 2-3 jam,” ungkapnya.

Di satu sisi, di saat musim hujan seperti sekarang, agar liang lahat yang sudah dibuat tidak terendam air, juga dilakukan penutupan. “Petugas pemakaman juga sudah siap, mereka nanti akan ikut membantu proses pengangkatan dari mobil ambulans hingga proses pemakamannya,” lanjut Ali.

Diakui, pelaksanaan pemakaman sebelumnya dilakukan oleh pihak rumah sakit, namun karena keterbatasan petugas, kemudian dibantu dari Disperkim Kota Semarang.

“Saya juga pastikan luasan lahan pemakaman khusus Covid-19 di TPU Jatisari masih sangat mencukupi. Dari 10 hektare lahan, baru 10 persen terpakai atau sekitar 300 makam yang sudah ada di sana. Meski demikian, saya berharap agar jangan terus bertambah. Harapannya pasien Covid-19 bisa sembuh dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga di rumah,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, memaparkan penurunan jumlah jenazah yang dimakamkan di TPU Jatisari, salah satunya karena angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Semarang terus meningkat.

“Dari jumlah total kasus Covid-19 per 25 November 2020, sebanyak 12.954 kasus yang sembuh mencapai 11.582 kasus. Sementara pasien meninggal total 1.124 kasus, dengan 336 di antaranya merupakan pasien dari luar kota Semarang,” terangnya.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menerima jenazah pasien Covid-19 juga makin meningkat, sehingga banyak di antaranya yang dimakamkan di TPU umum.

“Selama warga dapat menerima jenazah Covid-19 untuk dimakamkan di TPU domisili masing-masing, kita persilakan. Hanya saja, Pemkot Semarang memang sudah menyediakan pemakaman khusus di TPU Jatisari,” pungkasnya.

Lihat juga...