Tutut Soeharto, Sosok Panutan Bagi Purna Kirab Remaja Nasional

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Sosok Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut Soeharto merupakan magnet tersendiri bagi para Purna Pasukan Utama (PPU) Kirab Remaja Nasional (KRN). Sebagai pelopor terbentuknya program Kirab Remaja di masa Orde Baru tersebut, Tutut Soeharto telah berhasil menanam dan merawat semangat membangun persatuan dan kesatuan bangsa di hati para pemuda kala itu.

Atiek, Purna KRN Tahun 1991 asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkapkan, Tutut Soeharto adalah salah satu alasan yang membuat Purna KRN tetap eksis hingga saat ini. Menurutnya, Tutut Soeharto merupakan panutan serta ikon bagi seluruh Purna KRN.

“Kita bisa melihat, sampai saat ini Bunda Tutut masih gigih dan semangat mengajak para pemuda untuk bersatu dan berjuang mewujudkan kemajuan bangsa. Itu merupakan motivasi, inspirasi dan spirit kami untuk tetap berjuang,” ujar Atiek dalam kegiatan Silaturahmi Online KRN, Jumat (20/11/2020) malam.

Atiek, Purna Kirab Remaja Nasional Tahun 1991 asal NTT saat mengikuti kegiatan Silaturahmi Online KRN, Jumat (20/11/2020) malam. -Foto Amar Faizal Haidar

Purna KRN terus berupaya menghidupkan kembali kegiatan Kirab Remaja setelah terakhir dilaksanakan pada tahun 1995. Menurut Atiek, kegiatan Kirab Remaja adalah sebuah langkah yang efektif dalam menciptakan kesetiakawanan nasional pemuda, serta mentransformasikan perjuangan dari generasi ke generasi.

“Saat itu kami sangat bangga menjadi peserta Kirab Remaja. Kami adalah pemuda pemudi pilihan yang membawa visi misi untuk persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut kami itu masa kejayaan pemuda, karena itulah perlu dilaksanakan kembali. Alhamdulillah tahun 2017 pernah kita lakukan, meski tidak sebesar dulu,” jelas Atiek.

Di forum yang sama, Erna, Purna KRN Tahun 1991 asal Jawa Barat juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, sosok Tutut Soeharto merupakan inspirasi yang mendorong Purna KRN tetap bergerak, meski sudah tidak berusia muda lagi.

“Bunda yang membuat kita selalu semangat. Apalagi beliau selalu mendukung penuh berbagai kegiatan kami. Jadi di mata kami, beliau itu adalah orangtua,” kata Erna.

Kesan serupa juga diutarakan Almarhum Mul Irawan, Sekretaris DPP Purna KRN yang baru saja diperingati 40 hari kepergiannya. Menurut pengakuan sang istri, Khadijah Hubaib, Mul Irawan sangat mengidolakan Tutut Soeharto.

“Ada satu permintaan (Ka Mul), sebelum beliau wafat, ingin sekali bertemu dengan Bunda Tutut. Beliau sangat mengidolakan bunda. Bagi Ka Mul, Bunda adalah contoh keteladanan yang patut ditiru, meskipun keluarganya ditimpa berbagai macam musibah, tapi mampu dihadapi dengan hati yang tulus dan ikhlas,” tutur Khadijah.

Tutut Soeharto sendiri, dalam catatannya di laman Tututseoharto.id pernah menulis, bahwa “Pemuda merupakan cerminan kemegahan (terwujudnya keadilan dan kemakmuran) masa depan sebuah bangsa. Kesadaran para pemuda dalam memahami keluhuran sejarah bangsanya, dan kesadaran untuk mempersiapkan diri secara memadai dalam melanjutkan perjuangan pembangunan bangsanya, merupakan salah satu kunci kelangsungan masa depan keberhasilan pembangunan sebuah bangsa.”

Keyakinan itulah yang mendorong Tutut Soeharto menggagas kegiatan Kirab Remaja Nasional, agar kesadaran pemuda untuk menempa dan mempersiapkan diri melanjutkan perjuangan pembangunan bangsa terus ditransformasikan dari generasi ke generasi.

Lihat juga...