Udinese Benamkan Genoa Berkat Gol Semata Wayang De Paul

pemain Udinese, Rodrigo De Paul, merayakan gol pertama melawan AC Milan di Dacia Arena, Udine, Italia. De Paul kembali mencetak gol saat melawan Genoa pada Minggu (22/11/2020) – Foto Ant.

JAKARTA – Gol semata wayang Rodrigo De Paul, membawa Udinese menang 1-0 atas tamunya Genoa, pada pertandingan Liga Italia di Stadion Friuli, Udine, Senin (23/11/2020) dini hari WIB.

Hasil positif ini mengeluarkan Udinese dari zona degradasi, dari berada di posisi 19 menjadi urutan 16, dengan koleksi tujuh poin. Sedangkan Genoa menempati posisi ke-19 dengan lima poin. Udinese, mengambil inisiatif menyerang sehingga kiper Genoa, Mattia Perin, dipaksa menepis umpan silang De Paul. Sedangkan Stefano Sturaro, dua kali melepaskan sepakan melengkung dari sudut lapangan yang hampir berbuah gol.

Genoa berpeluang memimpin pada menit ke-22, namun sundulan Mattia Bani tidak akurat. Udinese yang justru memecah kebuntuan pada menit ke-34, ketika Roberto Pereyra menggulirkan operan kepada De Paul yang melepaskan sepakan kaki kanan menuju sudut bawah gawang dari tepi kotak penalti.

Davide Biraschi, terjatuh dalam posisi tidak ideal menjelang turun minum, hingga akhirnya mengalami cedera bahu. Posisinya digantikan Edoardo Goldaniga. Genoa tampil lebih baik pada babak kedua, namun gagal memaksimalkan peluang-peluangnya. Khususnya saat Gianluca Scamaca melepaskan tembakan yang gagal menemui sasaran, meski sudah dalam posisi bagus. De Paul juga berpeluang mencatatkan gol keduanya, tetapi tendangan bebasnya membentur mistar gawang.

Genoa menyerang habis-habisan pada sisa waktu. Kiper Udinese Juan Musso melakukan penyelamatan sensasional, saat menggagalkan peluang Bani, hingga hanya menghasilkan tendangan sudut. Dari tendangan sudut itu, Bani mengoperkan bola kepada Scamacca, untuk diteruskan dengan sepakan voli menembus gawang tuan rumah. VAR menganulir gol ini karena kaki Scamacca berada dalam posisi offside.

Tim tamu harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain, setelah kiper Perin mendapat kartu merah, akibat melanggar Jens Stryger-Larsen. Posisi Perin kemudian diisi Goldaniga, sampai peluit panjang berbunyi. (Ant)

Lihat juga...