UMKM di Bekasi Terus Berinovasi Ciptakan Kreasi Produk

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pertumbuhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bekasi, Jawa Barat, diklaim terus menunjukkan perbaikan dalam menciptakan inovasi kreasi produk agar diterima di pasaran.

UMKM sudah menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat. UMKM saat ini menjelma sebagai potensi pengembangan ekonomi daerah, secara kapasitas dapat menumbuhkan ekonomi baru.

“Dalam renstra Kota Bekasi ada 150 ribuan UMKM yang tumbuh. Tapi baru sekira 3000-an UMKM yang terdaftar di Dinas UMKM dan Koperasi dari 12 kecamatan,” ungkap Benny Tunggul, Tim Wali Kota untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan (TWUP4) kepada Cendana News, Selasa (10/11/2020).

Dikatakan, adanya pertumbuhan pelaku UMKM di Kota Bekasi, saat ini mereka memiliki nilai tersendiri. Dalam arti bahwa mereka dalam memproduksi menciptakan inovasi dan kreativitas. Tidak lagi hanya untuk menciptakan produk bervariasi.

“Pelaku UMKM di Kota Bekasi sudah ke arah inovatif dalam menciptakan produk berdaya saing. Khususnya ketika mengetahui ada pasar yang bisa mereka kembangkan dalam menarik konsumen. Artinya, mereka sekarang lebih ke arah bagaimana caranya berkreasi,” tegas praktisi di Kota Bekasi tersebut.

Jika sebelumnya UMKM hanya sebagai usaha rumahan untuk menambah penghasilan, maka pelaku UMKM kini lebih diarahkan ke jenjang yang lebih serius. Mengingat terus tumbuh pelaku baru dan mereka menemukan pesaing, hingga harus berpikir bagaimana caranya menarik konsumen dengan inovasi kreasi berwirausaha.

Menurut Benny Tunggul, pelaku UMKM di Kota Bekasi, sudah mulai meninggalkan satu fase, bahwa UMKM hanya sebatas menambah uang harian. Mereka sekarang juga lebih serius berusaha di tengah era digitalisasi.

Era digitalisasi ini, jelasnya, memacu pelaku UMKM harus menampilkan produk yang bagus. Mereka pun berlomba menggunakan media marketplace dan berpikir harus naik kelas untuk mendapatkan pasar ekspor.

“Insyaallah, bulan depan UMKM Kota Bekasi akan ekspor ke Rumania, karena mendapatkan order 5 juta bahan untuk membuat masker rumah sakit. Sekarang dikumpulkan dengan menunjuk suplaier untuk mengirim ke negara tersebut,” paparnya.

TWUP4 lanjutnya, terus mendampingi kapasitas pelaku UMKM agar mereka bisa mengubah mindset. Karena selama ini UMKM juga hanya dianggap untuk menyambung hidup. Maka akses usaha dibuka lebih luas, untuk melengkapi usaha ada sertifikasi halal, pelatihan, dan lainnya.

Dia berharap, pelaku UMKM terus melakukan inovasi dalam memenangkan pasar, jangan lemah. Karena menurutnya kelemahan pelaku UKM selama ini hanya berusaha menambah penghasilan saja.

“Kami terus mendorong agar pelaku UMKM bisa naik kelas. Sehingga mereka bisa bersaing secara aktif,  karena di Bekasi ada sembilan klaster UMKM, dan rata-rata jumlah pesertanya ada 200 hingga 300 pelaku,” tandasnya.

Tidak ada alasan bagi pelaku UMKM di Kota Bekasi untuk kendor, karena faktanya, sesuai data dari BPS bahwa Kota Bekasi masuk dalam empat kota/kabupaten yang membuktikan UMKM sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Empat kota/kabupaten tersebut, yakni Batam, Bogor, Bandung dan Kota Bekasi.

Data terakhir diterima,  jumlah UMKM di Kota Bekasi terus meningkat, kini menjadi 66.667. Melihat situasi ekonomi di masa sekarang, ada yang hanya jual pulsa, gorengan, dan sejenisnya. Mereka pun berusaha mendapatkan peluang untuk memperoleh bantuan stimulus.

Lihat juga...