UPTD Pemakaman Kota Bekasi Mulai Siapkan Lahan Baru untuk Antisipasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pemakaman Umum Disperkimtan Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai melakukan antisipasi dengan menyiapkan lahan tambahan baru untuk lokasi pemakaman dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) atau prosedur tetap (Protap) Protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati saat ditemui Cendana News, Jumat (27/11/2020). Foto: Muhammad Amin

Pasalnya dari 6.000 meter persegi lahan yang disediakan untuk pemakaman protap protokol kesehatan hampir ludes terpakai, karena jumlah pemakaman tersisa sedikit lagi.

“Awalnya kan lahan untuk pemakaman dengan protap protokol kesehatan disediakan 6.000 meter persegi. Khusus untuk Muslim 4.000 meter dan non muslim 2.000 meter. Sekarang, yang lokasi pemakaman muslim sudah hampir habis,” ujar Yayan Sopian, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPU Disperkimtan Kota Bekasi, kepada Cendana News, Jumat (27/11/2020).

Dikatakan bahwa saat ini, sudah mulai menyediakan lahan tambahan seluas 2000 meter persegi. Hal tersebut sebagai bentuk antisipasi karena selama ini terus terjadi penambahan peningkatan jumlah yang dimakamkan dengan protap protokol kesehatan setiap harinya.

Menurutnya selama November terus terjadi peningkatan sehari bisa mencapai 7 jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan. Bahkan dalam tiga hari terakhir, seperti kemarin ada tujuh pemakaman hari ini tambah lagi ada lima jenazah.

“Satu jenazah minimal menggunakan lahan 2 meter. Sehari rata-rata bisa empat yang di makamkan. Untuk jumlah sekarang sudah mencapai 626 jenazah yang dimakamkan,” tegasnya mengakui hari ini saja sudah empat yang dimakamkan.

Dari jumlah tersebut lanjut Kang Yayan, sesuai laporan yang diterima dari rumah sakit Diketahui
Positif sesuai dengan diagnosa 3011 + 4 menjadi 315 Pemakaman. Sedangkan penyakit menular/khusus secara protokol 308 + 3 berjumlah 311 Pemakaman.

Angka tersebut jelasnya terjadi peningkatan sejak Juli 2020 lalu dan sampai sekarang terus berlanjut. Dia memastikan untuk areal pemakaman di Pedurenan Mustika Jaya memiliki lahan yang luas.

“Untuk areal jangan khawatir masih luas. Tapi memang awalnya hanya dipersiapkan 6000 meter persegi. Tapi sekarang sudah mulai dipersiapkan lahan baru antisipasi melihat perkembangan yang terus meningkat,” tegasnya lagi.

Terpisah Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Syukrawati, mengakui bahwa saat ini angka Covid-19 di Kota Bekasi masih terus terjadi penambahan. Namun demikian, angka penularan tersebut diklaim rendah, karena dibarengi angka kesembuhan yang juga tinggi.

Sementara, sejauh ini untuk trend penularan dikatakan didominasi oleh usia produktif yakni mulai dari 17 hingga 58 tahun. Sejauh proses penularan Covid-19 dominan di usia produktif antara usia 17 – 58 tahun.

“Untuk Kota Bekasi, bisa dilaporkan bahwa angka positifnya, masih diangka 1,2 persen bagi angka penularannya. Jadi walaupun masih ada penambahan kasus Covid-19, tetapi dibarengi dengan kesembuhan pasien Covid-19 juga terbilang banyak,” kata dia.

Satgas Covid-19 di Kota Bekasi masih terus gencar melakukan test masif baik melalui kelurahan, kecamatan hingga RT/RW seperti menggelar Rapid dan Swab dalam rangka melacak dan menghentikan penyebaran virus Corona.

“Tes masif, terus digencarkan untuk mencari penyebaaran Kasus Covid-19 baru. Tujuannya untuk melokalisir kasus yang berada di wilayah,” jelasnya

Sementara untuk rincian jumlah kasus kumulatif Covid-19 di Kota Bekasi seperti pada Jumat (27/11/2020) untuk jumlah angka Covid-19 di Kota Bekasi sudah mencapai angka 9588 Kasus secara kumulatif. Sementara 8792 total Terkonfirmasi selesai isolasi/sembuh

Dengan sebanyak 8,680 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh serta 543 orang lainnya tengah menjalani perawatan dan 164 orang diantaranya terkonfirmasi meninggal.

Lihat juga...