Usaha Bengkel Motor ‘Panen’ Servis Imbas Banjir Rob

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah kendaraan motor terlihat mengantre menunggu giliran untuk direparasi. Kerusakan mesin, busi dan rangka motor berkarat dominan dialami pemilik kendaraan di sejumlah dusun yang ada di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.

Bengkel milik Wawan di Jalan Lintas Timur dan sejumlah bengkel lain jadi rujukan. Wawan, pemilik usaha bengkel di Dusun Bunut Utara menyebut memasuki penghujan ia kerap terima permintaan order jasa reparasi. Kerusakan kendaraan motor kerap dialami warga sejumlah dusun di antaranya Kuala Jaya, Sumber Jaya, Umbul Besar, Bunut Utara, Bunut Selatan. Kerusakan dominan imbas akses jalan tanah yang rusak, banjir rob membawa air asin.

Banjir rob yang berlangsung sejak Senin (16/11/2020) dan kerap terjadi setiap bulan berimbas kerusakan kendaraan. Air laut yang terbawa saat banjir rob sebutnya berimbas korosi atau pengaratan pada bagian mesin, rangka kendaraan. Namun ia menyebut dominan pemilik kendaraan meminta mesin dibongkar, penambahan katup pengaman air dan penggantian busi.

“Sejak dua hari terakhir jasa reparasi motor menerima permintaan perbaikan rata rata dua puluh motor hanya dari satu dusun terutama Kuala Jaya yang alami banjir rob, sebagian dititipkan ke bengkel hingga selesai proses perbaikan,” terang Wawan saat ditemui Cendana News, Selasa (17/11/2020).

Wawan bilang selain warga yang akan melakukan mobilitas, kendaraan sejumlah pelaku usaha ekspedisi barang, ojek udang vaname kerap alami kerusakan. Jasa bengkel yang ditekuni olehnya sejak belasan tahun silam bahkan jadi rujukan warga. Saat musim penghujan dan banjir rob ia selalu menambah jumlah karyawan dua orang untuk membantu perbaikan motor yang rusak.

Penambahan karyawan sebutnya dilakukan dengan merekrut lulusan SMK Mesin di wilayah itu. Sebagian siswa dan lulusan SMK yang memiliki skill bidang mesin membantunya menangani kerusakan pada mesin motor. Kerusakan ringan hingga berat bisa diatasi sehingga motor bisa digunakan kembali. Selain membantunya ia bisa memberi sumber lapangan pekerjaan dengan hasil ratusan ribu perorang setiap harinya.

“Omzet jasa bisa mencapai ratusan ribu,sementara untuk pembelian onderdil bisa mencapai jutaan apalagi jika motor alami turun mesin,” bebernya.

Wawan menyebut kerap kehabisan stok busi, penutup busi dan oli mesin. Tiga kebutuhan untuk mesin motor tersebut kerap dibutuhkan warga dengan harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp130.000 sudah termasuk biaya jasa. Meski kejadian banjir rob dengan meluapnya air laut dan Sungai Way Sekampung jadi musibah bagi warga,ia menyebut kejadian itu sekaligus berkah bagi pemilik bengkel motor.

Dayat, salah satu pemilik motor menyebut ia harus mengganti bagian busi. Mesin yang terendam air saat melintas di akses jalan penghubung Desa Bandar Agung sebutnya kerap alami kerusakan. Bengkel milik Wawan sebutnya jadi rujukan untuk perbaikan mesin kendaraan roda dua. Motor yang digunakan untuk mengangkut hasil tambak sebutnya rusak setiap banjir rob.

“Saat banjir rob motor kerap alami kerusakan minimal penggantian busi dan juga oli mesin,” bebernya.

Pemilik jasa pengiriman barang di Sragi bernama Suhardi juga menyebut kerap alami kerusakan motor miliknya. Ia memilih mengganti bagian katup busi dengan karet kedap air. Namun pada bagian kendaraan korosi mengakibatkan kerusakan. Ia memilih melakukan proses pengecatan ulang pada bagian sasis kendaraan agar tidak mudah rusak.

Mengirim barang yang akan dijual oleh sejumlah warung di Dusun Kuala Jaya memaksanya untuk melintas di jalan rusak. Kerusakan akses jalan sepanjang 7 kilometer sebutnya berdampak bagi pemilik kendaraan. Suhardi bahkan memilih melakukan modifikasi motor pada bengkel milik Wawan menjadi motor trail. Modifikasi dilakukan agar motor lebih tinggi dan bisa melintas di jalan penuh air dan luapan air laut bercampur air tambak udang.

Lihat juga...