Usaha Minuman Segar Ini Rambah Banyumas dan Purbalingga

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Siapa bilang semua usaha terpuruk di tengah pandemi, usaha minuman segar ini justru berkembang pesat dan meraup keuntungan hingga ratusan ribu per hari. Minuman segar Bobaka dengan berbagai jenis varian rasa hasil olahan Widi Astoro ini dalam waktu singkat sudah merambah konsumen hingga dua kabupaten, Banyumas dan Purbalingga.

Bobaka merupakan minuman segar hasil racikan Widi sendiri, dengan bahan-bahan fress milk, susu kental manis, bubuk rasa dan boba. Minuman yang disertai bola-bola boba atau bubble yang bertekstur kenyal seperti jelly ini memang minuman kekinian yang sedang banyak digemari masyarakat.

“Saya bekerja sebagai chef di salah satu hotel di Kabupaten Cilacap, sehingga sudah terbiasa meracik aneka makanan dan minuman, sehingga kepikiran untuk mulai merintis usaha sendiri di rumah, lalu membuat bobaka ini,” tutur Widi kepada Cendana News, Selasa (3/11/2020).

Owner gerai minuman bobaka, Widi Astoro sedang melayani pembeli di Purbalingga, Selasa (3/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Ada berbagai varian rasa yang disiapkan, yaitu rasa coklat, cappucino, red velvet, taro, green tea dan yang terakhir brown sugar, rasa baru yang akan diluncurkan minggu depan.

“Awalnya saya coba sendiri membuat racikan minuman di rumah, waktu sedang libur kerja. Ternyata enak dan banyak yang suka, akhirnya mengumpulkan modal dan membuka gerai minuman bobaka di Kabupaten Purbalingga,” jelasnya.

Mengingat Widi hanya akhir pekan libur kerja, maka ia merekrut karyawan khusus yang diajari cara membuat bobaka. Sedangkan untuk mengontrol usaha serta pemasaran, diserahkan kepada istrinya, Vivin.

Pada awal mulai buka, Vivin menawarkan kepada teman-teman, kerabat dan para tetangga saja melalui whatsaap. Sebagai bonus pelayanan, bobaka bisa pesan-antar dengan minimal pembelian 3 cup. Ada dua ukuran cup yang disediakan,yaitu cup ukuran besar dengan harga Rp 8.000 dan cup ukuran kecil dengan harga Rp 5.000.

“Kebanyakan pemesan dari teman-teman sendiri, kita melayani pesan-antar hanya untuk wilayah Purbalingga dan sebagian Banyumas saja. Itu pun jam pesan-antarnya kita batasi, karena kita belum memiliki karyawan khusus yang untuk pesan-antar,” kata Vivin.

Pada minggu pertama buka, bobaka langsung laku hingga 30-40 cup per hari. Dan saat ini, setelah berjalan sekitar dua bulan, dalam satu hari terjual hingga 200-an cup bobaka.

Salah satu pelanggan bobaka, Alma Hira mengatakan, ia paling suka rasa coklat yang ditambah dengan boba, tetapi es nya tidak terlalu banyak.

“Suka banget bobaka, segar dan tidak terlalu manis, kalau pesan sampai 5 cup, disimpan buat sampai sore hari,” tuturnya.

Lihat juga...