Usaha Terdampak Covid-19, Misdi Berharap Tambahan Modal Koperasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Usaha produksi telur asin yang dijalankan Misdi, warga Dusun Babakan, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, sudah sekitar tiga bulan tutup karena terdampak Covid-19. Ia sempat bertahan hingga beberapa bulan selama pandemi, namun akhirnya usahanya terpaksa harus tutup.

Nasabah dari Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera ini berharap ada tambahan bantuan pinjaman dari pihak Yayasan Damandiri, supaya usahanya bisa berjalan kembali.

“Sebenarnya pada awal-awal pandemi sampai beberapa bulan masih bisa bertahan, meskipun penjualan menurun, tetapi saya mempunyai pelanggan tetap. Namun, tiga bulan lalu saya juga mengalami musibah, dimana telur-telur yang diolah semuanya busuk, sehingga kerugian cukup besar dan saya tidak mempunyai modal lagi untuk membeli telur,” tuturnya, Rabu (11/11/2020).

Terkait pembuatan telur yang busuk tersebut Misdi menjelaskan, ia membeli 250 biji telur bebek, kemudian diolah seperti biasa. Yaitu telur bebek dicuci bersih, kemudian dibalut dengan adonan batu bata yang sudah dihaluskan dan ditambah dengan garam, kemudian direndam dengan batu bata sampai15 hari.

Setelah 15 hari, ketika Misdi mengambil telur dari rendaman batu bata untuk dibersihkan kemudian dikukus, ternyata telur-telur tersebut sudah mengeluarkan bau busuk.

“Ada 250 biji telur yang busuk, bisa dihitung kerugian saya, satu biji telur harganya Rp 2.000 dikalikan 250 biji, total Rp 500.000. Posisi saya pada saat itu benar-benar tidak mempunyai modal lagi untuk membeli telur,” kata ayah tiga anak ini.

Misdi mengaku, tidak mengetahui secara pasti penyebab telur asin produksinya tersebut membusuk, karena saat membeli telur bebek, kondisinya sudah diteliti dan bagus, semua telur baru.

Setelah berhenti berjualan, sebenarnya banyak pelanggan yang menghubungi dan meminta untuk dikirimi telur asin. Pelanggan telur asin Misdi dari mulai warung-warung kelontong, hingga rumah makan.

Salah satu pelanggannya, Sarman mengatakan, sangat menyayangkan jika Misdi berhenti memproduksi telur asin, karena telur asin buatannya sudah terkenal enak, berbeda dengan telur asin pada umumnya.

“Telur asin buatan Pak Misdi ini enak dan masir bagian dalamnya, banyak pelanggan warung saya yang suka, jadi kalau saya ganti dengan telur asin lainnya, khawatir pelanggan komplain,” katanya.

Atas kejadian yang menimpanya tersebut, Misdi berharap adanya bantuan pinjaman modal dari pihak Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera. Misdi mengakui, bantuan pinjaman Modal Kita dari koperasi yang ia terima, selama ini sudah menunggak angsuran hingga lima bulan. Namun, ia berharap ada kebijakan dari koperasi.

“Saya tidak membayar angsuran bukannya karena tidak mau, tetapi memang usaha sedang susah dan sekarang terhenti sama sekali. Jadi jika ada tambahan modal, saya bisa produksi telur asin lagi dan bisa membayar angsuran Modal Kita,” tuturnya.

Lihat juga...