Usai Banjir Rob, Sampah Plastik Kotori Kawasan Bandar Agung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Banjir rob yang melanda wilayah Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan menyisakan sampah.

Yunus, salah satu warga menyebut, banjir rob imbas fenomena pasang air laut terjadi sejak Senin (16/11/2020) hingga Rabu (18/11/2020) masih menggenang di pemukiman warga.

Yunus, salah satu warga di Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan usai membersihkan air banjir rob dan sampah, Rabu (18/11/2020) – Foto: Henk Widi

Pemukiman warga di bantaran Sungai Way Sekampung, sebagian masih terendam air. Sampah plastik sebut Yunus didominasi botol bekas air minum dalam kemasan, kemasan makanan, terdampar di pemukiman warga.

Sebagian sampah plastik sebutnya merupakan buangan warga di bagian hulu yang terbawa aliran air. Saat banjir rob sampah terbawa banjir ke pemukiman warga.

Sampah plastik tersebut ungkap Yunus pada akses jalan mulai dibersihkan. Namun pada sejumlah area yang ditumbuhi mangrove genangan sampah tetap menumpuk.

Berimbas aroma tidak sedap, sampah plastik terutama gelas dan botol berpotensi menjadi sarang nyamuk. Ia dan warga masih fokus melakukan pembersihan di area sekitar pemukiman.

“Pembersihan sampah di sekitar area mangrove belum bisa dilakukan menunggu genangan air surut dan kami masih fokus membersihkan selokan pada gang serta pekarangan rumah masing-masing. Apalagi banjir rob masih berpotensi terjadi,” terang Yunus saat ditemui Cendana News, Rabu (18/11/2020).

Persoalan sampah plastik sebutnya, mulai diatasi oleh warga dengan membuat tempat sampah. Namun imbas banjir rob saat musim penghujan membawa aliran air dari bagian hulu. Warga pun kerap mendapat kiriman sampah. Banjir rob musiman sebutnya, akan semakin menggenang dalam waktu lama di pemukiman warga. Khususnya saat musim penghujan.

Persoalan lingkungan kawasan bantaran sungai yang sebagian menjadi area pertambakan, ikut merugikan warga. Jebolnya tanggul penangkis pemisah aliran sungai Way Sekampung dan area pertambakan, ikut merugikan petambak. Sebab selain sampah plastik, area pertambakan kerap terimbas oleh sampah limbah pertanian yang terbawa banjir.

“Saat ini mulai musim penghujan namun puncaknya Desember mendatang, warga memilih membuat talud dari karung berisi pasir mencegah jebolnya tanggul,” beber Yunus.

Upaya pencegahan banjir rob masuk ke pemukiman berimbas kerusakan lingkungan telah dilakukan warga.

Sarifudin, Kepala Dusun Kuala Jaya menyebut, sebanyak 350 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 1227 orang, kerap mengalami bencana lingkungan. Banjir sungai Way Sekampung dan banjir rob dari laut Jawa membuat kerusakan pada sejumlah fasilitas.

“Upaya yang kami lakukan dengan  normalisasi saluran air imbas sedimentasi oleh lumpur,” cetusnya.

Normalisasi saluran sebutnya dilakukan secara manual oleh warga. Sarifudin bilang idealnya normalisasi saluran air menggunakan alat berat.

Ia juga telah meminta warganya tidak membuang sampah sebab berimbas sedimentasi pada saluran air. Pendangkalan sungai Way Sekampung selama belasan tahun juga menjadi penyebab banjir rob disertai sampah melanda pemukiman.

Banyaknya sampah usai banjir rob juga diakui Sudarto. Ia menyebut, sampah didominasi plastik terdampar di pantai Tanjung Sembilang.

Warga Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, didominasi anak-anak membersihkan sampah plastik yang terdampar di Pantai Tanjung Sembilang imbas terbawa aliran Sungai Way Sekampung, Rabu (18/11/2020) – Foto: Henk Widi

Pantai yang berada di dekat permukiman tersebut merupakan wilayah muara sungai Way Sekampung. Bersama warga dan anak-anak setempat pembersihan kerap dilakukan. Namun sampah yang berasal dari wilayah hulu sungai selalu muncul terutama kala penghujan.

Lihat juga...