Volume Sampah Buangan Kapal Roro Menurun Selama Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Volume sampah yang diangkut dari sejumlah kapal roll on roll off (roro) alami penurunan selama pandemi Covid-19. Dalam satu trip normalnya ada sebanyak 20 kantong plastik sampah, namun saat ini hanya setengahnya.

Umar, salah satu pengemudi truk pengangkut sampah di dalam kapal menyebutkan, berkurangnya jumlah penumpang membuat ia hanya mengangkut maksimal 10 kantong per kapal. Jumlah tersebut merosot tiga kali lipat pada saat libur panjang angkutan lebaran Idul Fitri. Sebab saat libur panjang satu unit kapal kerap bisa menghasilkan sampah yang dibuang penumpang 30 hingga 50 kantong.

Penurunan volume sampah sebut Umar secara langsung berdampak pada berkurangnya beban kerja. Namun di sisi lain mengurangi jumlah penghasilan bagi para pemulung di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Aturan ketat bagi penumpang kapal agar membawa botol minum sendiri selama masa pandemi mengurangi volume sampah dan pantai yang semula kerap dipenuhi botol plastik, styrofoam hingga kemasan makanan lebih bersih,” terang Umar saat ditemui Cendana News, Rabu (18/11/2020).

Setiap truk pengangkut sampah dari kapal akan penuh setelah menampung kantong sampah dari empat hingga lima kapal. Saat libur panjang satu truk bisa memuat penuh sampah seberat satu ton dari dua kapal.

Hendra (kanan) salah satu pengepul sampah di Desa Bakauheni,Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan untuk dijual ke pabrik daur ulang, Rabu (18/11/2020). Foto: Henk Widi

Pengepul sampah, Hendra menyebut volume sampah yang berkurang mengurangi pendapatannya. Dari sebanyak 7 dermaga ia rata rata mendapat 100 botol air minum dalam kemasan setiap satu kapal yang sandar di Bakauheni. Sebelumnya ia bisa mendapat ratusan saat libur panjang.

“Kebersihan area dermaga dari sampah selama masa pandemi cukup terjaga karena penumpang berkurang,” sebutnya.

Area pantai sekitar Bakauheni yang berada di dekat pelabuhan juga terlihat lebih bersih. Sebagian sampah yang terdampar di pantai selain berasal dari kapal dominan dari sungai Pegantungan saat banjir melanda.

Dalam kurun waktu satu pekan di TPA yang berada di Bakauheni Hendra menyebut pemulung bisa mendapat puluhan kuintal sampah plastik. Selain sampah plastik sebagian pemulung seperti dirinya juga menyasar sampah sisa makanan.

“Ada pemesan sisa makanan berupa roti,mi,nasi yang kerap dibuang penumpang kapal sehingga memberi keuntungan bagi peternak,” cetusnya.

Bagi pemulung sampah penurunan volume sampah dari kapal mengurangi pendapatan. Mengandalkan sampah dari menjual barang bernilai jual membuat ia dan pemulung lain mendapat hasil ratusan ribu perpekan.

Lihat juga...