Wali Kota Tarakan Akui Keterbatasan Anggaran Untuk Pendidikan

TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Khairul, menyampaikan pemohonan maaf karena selama ini Pemkot Tarakan belum bisa memberikan cukup banyak kepada dunia pendidikan, karena keterbatasan anggaran.

“Ada persoalan keterbatasan kemampuan Pemkot Tarakan saat ini, namun dalam keterbatasan masih mengalokasikam anggaran cukup besar untuk pendidikan,” kata Khairul di Tarakan, usai acara peringatan Hari Ulang Tahun PGRI ke-75 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020, Rabu (25/11/2020).

Saat ini, alokasi untuk pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1 triliun dengan alokasi sebesar 28 persen. Bahkan, kalau digabungkan dengan dana hibah dari Dinas Pendidikan di atas 30 persen.

“Alokasi anggaran itu sebagian besar untuk operasional Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dan Biaya Operasional Sekolah (BOS), Dana Alokasi Khusus (DAK), ada juga pembangunan infrastruktur,” kata Khairul.

Wali Kota juga menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2020.

“Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Kota Tarakan, yang telah memberikan kerja nyata dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Tarakan,” katanya.

Pemkot Tarakan memandang, bahwa PGRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan “Tarakan Kota Maju dan Sejahtera Melalui Smart City”.

“Salah satu indikator smart city, yaitu smart people, maka dari itu, guru serta tenaga pendidikan lainnya memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan smart city di Kota Tarakan,” kata Khairul.

Dia yakin dan percaya, bahwa tidak ada orang yang berhasil tanpa melalui sentuhan guru, sekecil apa pun itu. Hal itu merupakan kontribusi yang tidak ternilai harganya.

“Bahwa saat ini dunia pendidikan menghadapi tantangan yang luar biasa karena pandemi Covid-19, sehingga dibutuhkan inovasi, cara- cara baru dalam menyampaikan materi pendidikan. Termasuk juga bagaimana bisa membangun peradaban itu,” katanya.

Dalam situasi pandemi Covid-19, mengharuskan melakukan adaptasi, namun  Khairul yakin, para guru dengan pengalaman yang panjang tentu bisa mengatasi hal ini. (Ant)

Lihat juga...