Wanita Miliki Peran Penting dalam Mendukung Konservasi Mangrove

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Ni Wayan dan sejumlah wanita fokus melakukan proses pembelahan batang bambu hitam. Bambu tersebut akan dibuat menjadi pagar untuk rumpun penanaman mangrove jenis bakau (Rhizopora). Belasan wanita lainnya di Desa Sumber Nadi, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan yang tergabung dalam kelompok tani Setia Darma 3 ikut menyiapkan bibit dan media tanam.

Melalui program padat karya mangrove Ni Wayan menyebut bisa ikut mendukung upaya konservasi kawasan pesisir. Tahap penyiapan bibi dilakukan untuk proses rehabilitasi tanaman pada tanah timbul yang terkena abrasi.

Sebelum ikut, Ni Wayan menyebut sehari hari bekerja sebagai petani. Dilibatkan dalam program penanaman mangrove ia bisa ikut andil dalam penghijauan kawasan pesisir timur Lamsel.

“Selama ini keberadaan mangrove sangat membantu bagi kaum wanita, karena sumber bahan bakar kayu bisa untuk memasak, meski tanaman yang masih hidup tidak boleh ditebang,” terang Ni Wayan saat ditemui Cendana News, Rabu (25/11/2020).

Menjaga tanaman mangrove sebut Ni Wayan sekaligus mengembalikan fungsi ekosistem di wilayah pesisir pantai. Tanaman tersebut dapat menjadi habitat kerang hijau, kepiting, udang dan ikan.

Pagar khusus jadi media tanam untuk penanaman mangrove di pantai Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Rabu (25/11/2020). Foto: Henk Widi

Pelestarian kawasan pantai seluas 60 hektare sebut Ni Wayan melibatkan sekitar 6 kelompok tani, sebagian didukung kaum wanita. Sebagian tanaman yang akan dikembangkan memperbanyak vegetasi tanaman api api (Avicennia) yang terlebih dahulu tumbuh di kawasan tersebut.

“Pada jangka panjang kaum wanita juga akan melakukan proses pengolahan buah mangrove menjadi sirup, bahan batik dan produk lainnya,” bebernya.

Wayan Suwarno, Sekretaris Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang menyebut wanita dilibatkan dalam upaya konservasi. Penyiapan pagar bambu yang dipergunakan untuk alat penahan ombak (APO) dikerjakan oleh kaum laki laki. Sebanyak 600 rumpun bambu telah dipasang pada pantai untuk menjaga 300.000 bibit mangrove.

Pemanfaatan kawasan mangrove untuk konservasi sebutnya akan memiliki nilai ekonomis. Sebab dengan pelibatan kaum wanita kawasan itu akan dipergunakan untuk destinasi wisata dan akan memberi manfaat ekologis serta menjadi habitat alami bagi biota laut, burung dan satwa liar.

“Kawasan mangrove yang sebagian telah dibuat treking untuk wisatawan nantinya akan menjadi sumber penghasilan bagi kaum wanita,” cetusnya.

Pembuatan jalur jalan dari bambu dan sejumlah saung menurutnya akan menjadi akses untuk wisatawan. Kawasan tersebut sekaligus menjadi wisata edukasi untuk konservasi. Kaum wanita yang dilibatkan bisa melakukan pengembangan dengan penyiapan bibit. Hasil bibit bisa dijual ke kawasan pantai yang akan dihijaukan kembali.

Lihat juga...