Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi di Tanggulangin

Suasana Pembukaan pelatihan penanggulangan bencana alam di Kabupaten Sidoarjo, Senin (16/11/2020) – foto Ant

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, di wilayah Kedungbanteng, Tanggulangin.

Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Dwijo Prawito mengatakan, di wilayah Kedungbanteng, Tanggulangin, kerap terjadi banjir. Yaitu, setiap kali musim hujan datang. “Oleh karena itu, dengan pelatihan ini kami berharap peserta bisa memaksimalkan ilmu dan keahlian mereka untuk mengatasi masalah bencana hidrometeorologi tersebut,” ujarnya usai pembukaan pelatihan penanggulangan bencana alam Kabupaten Sidoarjo, Senin (16/11/2020).

Selain wilayah Tanggulangin, wilayah pesisir Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di Kecamatan Waru dan Sidoarjo, juga mendapatkan perhatian lebih saat musim hujan. “Wilayah itu juga dilalui kanal sungai, yang setiap kali musim hujan, airnya juga meluber dan menggenangi rumah warga yang ada di pinggir sungai,” katanya.

Komandan Korem 084 BJ, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo berharap, peserta pelatihan penanggulangan bencana bisa memanfaatkan materi yang diberikan secara maksimal. “Seperti dari unsur kesehatan supaya bisa mempersiapkan diri kalau terjadi bencana, apa yang harus dilakukan, dikoordinasikan dan juga langkah lanjutan yang dilakukan jika terjadi bencana,” tandasnya.

Peserta pelatihan penanggulangan bencana di Sidoarjo, kali ini diikuti personel TNI, tenaga kesehatan, relawan dan juga unsur BPBD serta satpol PP. Terpisah, Wakapolresta Sidoarjo, AKBP Deny Agung Andriana, melakukan pengecekan kesiapan personel dan perlengkapan siaga bencana, yang dimiliki Polresta Sidoarjo dan polsek jajaran, di Mapolresta Sidoarjo. “Pengecekan ini sebagai langkah kesiapsiagaan Polresta Sidoarjo dan Polsek jajaran menghadapi musim hujan, serta guna mengantisipasi apabila terjadi bencana alam di wilayah kita,” ujar AKBP Deny Agung Andriana.

Terjadinya Bencana alam memang tidak dapat kita cegah, namun risikonya dapat diminimalisir dengan mitigasi bencana. Derta semua pihak harus siap, apabila sewaktu-waktu ada musibah bencana alam. “Periksa kesiapan seluruh personel, peralatan dan dukungan logistik untuk mengantisipasi secara dini apabila terjadi bencana,” tambahnya. (Ant)

Lihat juga...