Wawali Sebut UMKM di Bekasi Tumbuh Pesat

Editor: Koko Triarko

Wakil Wali Kota Bekasi memberi motivasi bagi pelaku UMKM dan IKM ketika pengumuman Hadiah lomba Boneka di Mustikajaya, Selasa (24/11/2020). –Foto: M Amin

BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya mengalami pertumbuhan yang begitu pesat. Hal tersebut terlebih  setelah memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19.

“Saat ini, pelaku UMKM terus tergerak untuk melakukan produktivitas, berkreativitas, dan berinovasi untuk berbagai jenis produk dalam menarik minat pasar,” ungkap Mas Tri, kepada Cendana News, di sela-sela kunjungan di Kranggan, Selasa (24/11/2020).

Diakuinya, Pemerintah Kota Bekasi terus memberikan dana stimulan atau kegiatan pelatihan tertentu, dalam rangka menggairahkan usaha di bidang UMKM. Harapannya, agar produksi makin baik dan pelaku UKM bisa naik kelas.

Hak lain, lanjut Mas Tri, Pemkot Bekasi terus mencoba memperluas pasar bagi pelaku UMKM, baik pemasaran di luar negeri, dalam negeri atau di Kota Bekasi sendiri, seperti menyediakan marketplace agar memudahkan pelaku UMKM mengenalkan atau pun menjual produknya.

“Harapannya bisa memberi dampak positif untuk menarik pelaku UKM baru, sehingga akan  muncul talenta-talenta yang tidak hanya pelaku UMKM baru, tetapi bisa menarik kalangan muda untuk memulai wirausaha,” tukasnya.

Menurutnya, style atau gaya hidup perkotaan di Kota Bekasi saat ini banyak berubah, mereka lebih banyak ingin keluar rumah ke tempat lokasi yang lebih banyak menyiapkan ruang terbuka.

“Saya kira yang paling penting pelaku UMKM itu, mereka harus memiliki jiwa pengusaha, yang harus mental baja, tidak mudah menyerah dan terus melakukan inovasi mengikuti perkembangan yang ada,”tandasnya.

Kemudian ke dua adalah belajar dan terus belajar. Hal itu bisa dilakukan melalui media yang ada atau pun dari pengalaman orang yang sudah berhasil. Gali dan temui mereka yang sudah berhasil, untuk menimba ilmu suksesnya.

“Dan ini bagian mereka untuk melakukan motivasi diri, mereka ingin mencapai sesuatu itu harus dengan cara yang humble, baik,” paparnya, mengaku bertahap penataan usaha terus dilakukan melalui bazar, guna mengenalkan produk pelaku UMKM.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa di Kota Bekasi dengan jumlah penduduk mencapai 2,4 juta jiwa, UMKM makanan minuman (Mamin) masih menjadi produksi utama menguasai pasar. Namun demikian, imbuhnya, unsur produktivitas kerajinan harus dipersiapkan karena setelah pandemi berlalu, produktivitas karya kreatif dipastikan akan tumbuh.

“Kita harus siapkan dari sekarang, termasuk hal terkait dengan pemberdayaan ternak ikan, pengelolaan sampah lingkungan hidup, pertanian ketahan pangan menjadi idola sekarang di Kota Bekasi,” pungkasnya.

Diketahui Kota Bekasi sudah mencatat sebanyak lebih dari 300 industri kecil menengah.

Lihat juga...