Wisata Air di Jateng Masih Dilarang Beroperasi

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, masih melarang dibukanya kembali obyek wisata air selama pandemi Covid-19. Hal tersebut mengacu pada Instruksi Gubernur Jateng Nomor 2 Tahun 2020, tentang pedoman masyarakat dalam persiapan menuju pemulihan bencana Covid-19 di Jateng.

“Sampai saat ini, kita masih melarang dibukanya kembali obyek wisata air di Jateng. Hal ini sesuai Ingub No 2/ 2020, disebutkan destinasi wisata yang memiliki atraksi berupa kolam renang atau waterboom, pemandian air hangat, umbul, arung jeram, atau wahana air yang memiliki kontak fisik langsung, dilarang untuk dipergunakan atau dioperasikan,” papar Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng Rachmadi, saat dihubungi, di Semarang, Minggu (8/11/2020).

Dipaparkan, dengan adanya aturan tersebut, Sinoeng memaparkan, sejak awal pihaknya belum memberikan rekomendasi beroperasinya kembali wisata air, di masa pandemi Covid-19.

“Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa menerima kunjungan wisatawan. Mulai dari kesiapan di ruang ganti atau ruang bilas, hingga perilaku pengunjung dipastikan tidak mengeluarkan droplet pada saat berada di air,” tandasnya.

Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng Rachmadi, saat dihubungi, di Semarang, Minggu (8/11/2020). –Foto: Arixc Ardana

Pihaknya pun tidak segan memberi sanksi pada obyek wisata air yang melanggar aturan tersebut. Contohnya, obyek wisata Umbul Ponggok dan Umbul Pelem di Kabupaten Klaten, yang telah direkomendasikan untuk ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Kedua obyek wisata ini terbukti melanggar, terlebih pada saat dilakukan screening Covid-19 bagi para pengunjung, terdapat dua wisatawan yang positif Covid-19. Selain rekomendasi penutupan, juga kita berikan teguran pada Dinas Pariwisata setempat,” tegas Sinoeng.

Pihaknya berharap, para pengelola pariwisata, tetap mematuhi aturan dan mengedepankan protokol kesehatan dalam pengelolaan destinasi wisata yang ada.

Di satu sisi, secara umum jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai obyek wisata di Jateng sudah mulai meningkat. Terutama pada saat libur panjang, seperti pada 28 Oktober-1 November 2020 lalu, jumlah pengunjung meningkat berkali lipat.

“Meski demikian, kita tetap instruksikan pada para pengelola destinasi wisata, untuk memperhatikan protokol kesehatan. Keselamatan para wisatawan, dengan pencegahan Covid-19, menjadi prioritas utama yang harus ditaati,” tegasnya.

Dirinya mencontohkan, wisata ke Karimunjawa Kabupaten Jepara. Meski minat wisatawan sangat tinggi, namun pihaknya tetap membatasi hanya 100 wisatawan per minggu, yang diberi izin untuk menikmati wisata di kepulauan tersebut.

“Jumlah wisatawan masih kita batasi hanya 100 orang per minggu, meski peminatnya lebih dari angka tersebut. Selain itu, wisatawan datang berkunjung ke Karimunjawa juga harus bebas Covid-19, yang ditunjukkan dengan surat hasil tes swab,” terangnya.

Selain itu, wisatawan yang berkunjung juga dibatasi dari segi usia dan kondisi masing-masing, misalnya anak-anak, ibu hamil dan lansia, masih belum diperbolehkan untuk berwisata ke Karimunjawa.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jateng, Purwanto. Dipaparkan, wisata air sementara masih ditutup selama pandemi Covid-19 ini, sesuai Instruksi Gubernur Jateng No. 2/2020.

“Kami sudah melakukan kajian melalui Dinas Kesehatan, yang dimaksud dengan wisata air tersebut berupa kolam renang, atau pemandian yang antar pengunjung bisa terjadi kontak fisik, ” paparnya.

Pihaknya juga memastikan, obyek wisata yang beroperasi harus sesuai standar operasional prosedur (SOP) Njagani Plesiran, yang mewajibkan penerapan SOP protokol kesehatan.

“Secara umum, obyek wisata yang akan beroperasi kembali pada saat pandemi ini harus melakukan simulasi protokol kesehatan minimal dua kali, baru kemudian kita tinjau apakah diberi izin atau tidak. Selain itu kunjungan wisatawan juga dibatasi 50 persen atau setengah dari kapasitas total. Selama beroperasi, penerapan protokol kesehatan juga wajib dijalani,” pungkasnya.

Lihat juga...