Wisata Alam di Lamsel Jadi Favorit di Masa Pandemi

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Menikmati suasana alam menjadi tren bagi masyarakat di Lampung Selatan selama masa pandemi. Di lain sisi, tren tersebut ditangkap sebagai peluang untuk menghadirkan potensi destinasi wisata baru yang menarik.

Sahbana, warga sekaligus pegiat wisata di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, menyebut pantai dan bukit menjadi potensi yang belum dikembangkan. Sementara itu, imbas pandemi Covid-19, kerinduan masyarakat untuk tetap berwisata makin meningkat. Objek wisata yang jauh dari suasana kebisingan, sunyi dan menghadirkan suasana alam makin menarik minat wisatawan. Perbukitan dan pantai yang menyatu berada di kawasan desa setempat mulai banyak dilirik wisatawan.

Sejumlah bukit yang telah lama dikenal sebagai destinasi menarik memandang laut dari dataran tinggi dimiliki Desa Kelawi. Bukit tersebut di antaranya pematang malang atau bukit sunrise, pematang macan, bukit menangis, bukit mega kuning  atau bukit sunset. Perbukitan tersebut berada dekat dengan pantai Batu Alif, pantai Cina Kawi, pantai Green Canyon, pantai Minang Ruah.

Salah satu pengunjung habe art di Kahay Beach, Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Desianti, Minggu (15/11/2020). -Foto: Henk Widi

“Imbas penyuka destinasi wisata alam kembali mengunggah sejumlah bukit di akun media sosial, membuat destinasi yang jarang dikunjungi tersebut kembali jadi daya tarik, sehingga mulai menarik minat wisatawan yang ingin berwisata dengan aman dan nyaman tanpa takut penyebaran Covid-19,” terang Sahbana, saat ditemui Cendana News, Minggu (15/11/2020).

Sahbana menambahkan, sejak awal November bukit pematang malang atau bukit sunrise banyak dikunjungi. Wisatawan penyuka petualangan memanfaatkan berkunjung ke bukit sunrise untuk melihat matahari terbit atau sunrise. Bukit dengan pemandangan alam pulau Kandang Lunik, pulau Kandang Balak, pulau Rimau Balak itu disukai untuk berkemah (camping).

Pecinta fotografi, sebutnya, menjadikan objek wisata tersebut sebagai destinasi wisata alternatif. Sebelumnya, perbukitan tersebut hanya dimanfaatkan oleh petani untuk menanam jagung dan pisang. Namun potensi wisata alam yang berpeluang menjadi sumber pemasukan, membuat bukit tersebut ditata. Pembuatan sejumlah fasilitas foto, saung dan akses jalan memadai mulai disediakan.

“Warga bersama pegiat wisata mulai melakuan pembenahan, karena potensi keindahan yang menjadi daya tarik bukit sunrise,” bebernya.

Ditempuh dengan jarak lima kilometer dari pelabuhan Bakauheni, bukit sunrise bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua. Saat menggunakan kendaraan mobil, wisatawan hanya bisa mencapai Dusun Kayu Tabu dilanjutkan memakai motor. Penyuka motor trail kerap mencapai lokasi bukit sunrise dengan jalur yang menantang berupa tanjakan dan turunan.

Bukit sunrise di sebelah timur dilengkapi bukit mega kuning atau bukit sunset di sebelah barat. Bukit tersebut berjarak hanya ratusan meter, sekaligus akses menuju pantai batu alif. Destinasi wisata perbukitan sangat cocok dimanfaatkan warga untuk menikmati gugusan kepulauan Krakatau. Sebelum gunung anak Krakatau meletus, aktivitas vulkanik bisa dilihat dari bukit mega kuning.

“Pengelolaan bukit mega kuning dan sejumlah bukit lain dengan seizin pemilik akan menjadi destinasi wisata baru yang menarik,” bebernya.

Selain perbukitan di Kelawi, bukit indah di Bakauheni menjadi salah satu destinasi wisata menarik. Bukit tersebut menjadi destinasi untuk melihat Menara Siger dan aktivitas pelabuhan Bakauheni. Setiap pagi dan sore, bukit indah dikunjungi warga dengan cara berjalan kaki. Imbas akses jalan yang sulit dilintasi kendaraan pengunjung memilih naik ke bukit dengan jalan kaki.

Di sisi barat kaki Gunung Rajabasa, perbukitan Intai Krakatau (Inkra), bukit Kahay jadi destinasi wisata pilihan.

Desianti, salah satu pengunjung habe art, salah satu view bukit di pantai Kahay, menyebut pemandangan laut bisa dilihat lebih menarik. Gugusan kepulauan Krakatau terlihat menarik dengan laut yang membiru. Mengunjungi objek wisata alam menjadi daya tarik mengobati kerinduan untuk rekreasi.

“Pantai Kahay cukup lengkap karena menyajikan view perbukitan, gunung dan laut dalam satu destinasi, bahkan dilengkapi fasilitas penginapan,” sebutnya.

Pengelolaan sejumlah bukit menjadi destinasi wisata baru, menjadi dampak positif masa pandemi. Hal tersebut diungkapkan Syaifuddin Djamilus, kepala bidang Pengembangan dan Destinasi Dinas Pariwisata Lamsel.

Ia menyebut, tren masyarakat untuk mengunjungi objek wisata kekinian, terbaru dan viral dipengaruhi media sosial. Perbukitan yang semula tidak dilirik dengan penambahan fasilitas menjadi lebih menarik.

Melibatkan kearifan lokal masyarakat dengan pengelolaan secara arif, perbukitan bisa menjadi sumber ekonomi. Sektor pariwisata yang terus berkembang menghadirkan destinasi yang terus diperbarui. Menghilangkan kebosanan masyarakat dengan destinasi monoton akan menarik jika dilakukan variasi dan hal hal baru. Sebab generasi milenial cenderung tertarik destinasi yang bisa memperkaya galeri media sosial dalam bentuk foto.

Lihat juga...