Wisatawan Keluhkan Akses Jalan ke Pantai Kunyit

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pemandangan kota Bandar Lampung yang terlihat jelas dari pantai Kunyit, menjadi salah satu daya tarik di objek wisata bahari tersebut. Namun bagi sebagian wisatawan, akses jalan masuk dengan jalan tanah dan berlumpur saat hujan, menjadi kendala.

Christeva, salah satu pengunjung, menyebut akses jalan menyulitkan pengunjung masuk ke area pantai tersebut. Saat penghujan, akses kendaraan bermotor berupa jalan tanah licin dan membahayakan. Pantai dengan air yang jernih tersebut mudah diakses dari Jalan Yos Sudarso, Teluk Betung, Bandar Lampung. Namun akses yang belum dibenahi, menjadikan pantai dominan hanya dikunjungi oleh wisatawan lokal. Kegiatan berenang menjadi favorit wisatawan saat berkunjung.

Pantai yang jernih dan pemandangan kota Bandar Lampung terlihat dari pantai Kunyit, Teluk Betung, Bandar Lampung, dimanfaatkan oleh Christeva untuk berlibur, Minggu (15/11/2020). -Foto: Henk Widi

Sebagian masyarakat, sebut Christeva, berharap akses wisatawan ke pantai tersebut dibenahi. Sebab, fasilitas yang diperlukan wisatawan seperti toilet, tempat bilas, area parkir memadai belum disediakan. Meski fasilitas belum memadai, kondisi pantai yang bersih dan biaya masuk yang murah menjadi pilihan bagi sebagian orang.

“Fasilitas yang kurang memadai berimbas pantai Kunyit jadi alternatif bagi masyarakat yang haus akan tempat rekreasi murah meriah, terutama setelah sekian lama tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama masa pandemi,” terang Christeva, saat ditemui Cendana News di pantai Kunyit, Teluk Betung, Minggu (15/11/2020).

Area pantai yang tidak memiliki peneduh berupa pohon dan sejumlah saung, membuat pengunjung datang sejak pagi. Alternatif berkunjung ke pantai Kunyit, kerap dilakukan oleh sebagian wisatawan pada sore hari. Sebab pantai di Teluk Lampung yang menghadap arah barat  menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbenam (sunset).

Meski akses jalan memprihatinkan, Andi, salah satu pengunjung menyebut menyukai aktivitas di pantai tersebut. Ia memilih melakukan kegiatan berenang di pantai Kunyit untuk mengisi waktu liburan akhir pekan. Melakukan aktivitas berenang di pantai bersama kawan-kawan, menjadi rekreasi menyenangkan. Air laut, sebutnya, sangat baik untuk terapi kesehatan.

“Mandi di laut saat ini sudah jadi kegiatan menyenangkan yang murah meriah, saya dan kawan memilih jalan kaki ke pantai karena lebih praktis,”cetusnya.

Ia berharap, pihak terkait terutama pemerintah kota Bandar Lampung sebagai pemilik pantai Kunyit, bisa memaksimalkan kawasan tersebut. Pembuatan akses jalan memadai dan sejumlah fasilitas lain akan ikut meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain itu, sejumlah warga yang tinggal di sekitar pantai bisa melakukan aktivitas berdagang.

Hasanah, salah satu warga, menyebut area objek wisata pantai Kunyit menjadi salah satu sumber penghasilan. Ia berdagang ikan laut hasil tangkapan nelayan untuk kebutuhan wisatawan. Sebab, sebagian wisatawan kerap membeli ikan untuk bancakan.

Ia juga menyebut, akses masuk ke pantai belum memadai. Selama ini, warga memanfaatkan akses jalan perkampungan. Fasilitas yang memadai pada area pantai, berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Sejumlah warga bahkan bisa melakukan aktivitas menjual makanan dan minuman ringan bagi pengunjung.

Lihat juga...