10 Desa di Kebumen Masih Masuk Zona Merah

Editor: Makmun Hidayat

KEBUMEN — Meskipun sudah keluar dari zona merah dan masuk status zona orange, di Kabupaten Kebumen masih ada 10 desa yang berstatus zona merah. Karenanya, Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 masih terus menggencarkan upaya pencegahan dengan melakukan operasi masker.

Sepuluh desa yang masuk zona merah di Kabupaten Kebumen yaitu Desa Donorejo, Kedungweru, Bejiruying, Semondo, Wonosigro, Bendungan, Grenggeng, Kajoran, Sangubanyu dan Desa Sidomukti. Selain itu, satu kecamatan yaitu Kecamatan Ayah juga masih berstatus zona merah.

Koordinator Humas Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto di kantornya, Jumat (18/12/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Koordinator Humas Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto mengatakan, Kecamatan Ayah masih masuk zona merah karena penambahan kasus masih cukup banyak. Saat ini tercatat ada 16 orang di kecamatan tersebut yang masih menjalani perawatan, 16 orang isolasi mandiri dan 4 orang meninggal dunia. Sedangkan yang sembuh ada 51 orang. Sehingga total di Kecamatan Ayah terdapat 87 kasus positif Covid-19.

“Hari ini ada penambahan 49 kasus positif dan ada juga yang berasal dari kecamatan zona merah,” terangnya, Jumat (18/12/2020).

Sedangkan untuk kasus terkonfirmasi positif yang meninggal dunia, hari ini bertambah tiga orang, yaitu HJ usia 80 tahun, MAS usia 64 tahun dan SAM usia 83 tahun.

“Untuk kasus terkonfirmasi positif yang meninggal dunia, hari ini ada penambahan 3 orang dan semuanya dari usia lanjut di atas 60 tahun. Dengan adanya penambahan tersebut, maka total kasus terkonfirmasi yang meninggal dunia ada 108 orang sampai dengan hari ini.” katanya.

Sedangkan untuk total kasus positif Covid -19 di Kabupaten Kebumen saat ini sudah mencapai 3.531 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 313 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 446 orang isolasi mandiri, 5 orang dirujuk, meninggal dunia 108 dan yang sudah dinyatakan sembuh ada 2.659 orang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kebumen, dr Dwi Budi Satrio mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan rapid test terhadap kelompok-kelompok yang rentan dan mempunyai kontak erat dengan kasus positif. Sampai saat ini total sudah ada 36.074 warga Kebumen yang menjalani rapid test atau sebanyak 3 persen dari jumlah penduduk.

Sedangkan untuk yang melakukan swab test tercatat ada 18.637 orang atau 1,5 persen dari jumlah penduduk. Dari jumlah tersebut, saat ini yang masih menunggu hasil swab test ada 335 orang.

“Bagi yang termasuk kontak erat kita lakukan swab test, sedangkan untuk kelompok-kelompok yang rentan, dilakukan rapid test,” pungkasnya.

Lihat juga...