10 Pasien Positif Covid-19 di Sikka Sembuh

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sebanyak 10 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)  dinyatakan sembuh dan bebas dari virus Corona setelah menjalani isolasi sejak Sabtu (5/12/2020).

Sementara dua pasien lainnya masih menjalani isolasi untuk penyembuhan dan terus dipantau perkembangan kesehatannya di ruang isolasi sedangkan 10 pasien yang sembuh telah dipulangkah ke rumah mereka masing-masing.

“Tadi sore 10 pasien positif Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh telah kami pulangkan ke rumah mereka masing-masing,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, melalui rekaman audio yang dibagikan kepada media, Selasa (15/12/2020).

Petrus mengatakan, dua pasien positif lainnya masing-masing sedang menjalani isolasi di Ruang Isolasi RS TC Hillers Maumere dan Puskesmas Waipare.

Dia berharap mudah-mudahan keduanya pun secepatnya bisa segera sembuh agar Kabupaten Sikka bisa kembali ke zona hijau.

Selain itu tambahnya, Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka juga memulangkan 24 personil Brimob Maumere yang telah selesai menjalani masa karantina di kantor BPBD Sikka.

“Personel Brimob ini telah selesai menjalani masa karantika selama dua pekan di kantor BPBD Sikka. Para personil Brimob ini menjalani karantina setelah kembali bertugas dari Jakarta,” ujarnya.

Petrus menambahkan, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan sampel swab 118 sampel swab dari 59 warga kontak erat dengan 11 pasien positif covid-19 terbaru Kabupaten Sikka pada Selasa (8/12/2020).

Juga tambahnya ada 28 sampel swab lainnya yang dikirim untuk diperiksa di labrotaorium Bio Molekular RSUD Prof W.Z.Johannes Kupang sehingga warga diminta tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya harapkan agar  semua warga tetap mematuhi protokol kesehatan agar daerah kita bisa segera kembali ke zona hijau. Tetap mengenakan masker saat di luar rumah dan menghindari kerumuman,” pintanya.

Warga Kota Maumere, Gregorius Wangge yang ditemui di rumahnya, berharap agar kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka tidak terjadi sehingga pengawasan terhadap pelaku perjalanan diperketat.

Greg sapaannya meminta agar pelaku perjalanan dari zona merah terutama daerah rawan agar melaporkan diri ke Posko Covid-19 baik di kabupaten maupun di desa atau kelurahan sehingga bisa dipantau tenaga medis.

“Harus ada kesadaran juga dari pelaku perjalanan untuk melaporkan diri agar tidak menularkan kepada anggota keluarga, tetangga, teman dan rekan kerja.Satgas Covid-19 juga harus mendata secara detail pelaku perjalanan dari zona merah,” pintanya.

Lihat juga...