20 Titik Turap di Tangerang Diperpanjang Cegah Banjir

TANGERANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang, Banten, telah memperpanjang 20 titik turap dengan total sepanjang 1.286 meter, sebagai upaya mengantisipasi banjir.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Decky Priambodo, mengatakan pihaknya telah mengecek dan menambah pompa, di antaranya empat pompa mobile berkapasitas 400 liter per detik, empat pompa listrik 300 liter per detik dan delapan pompa listrik 67 liter per detik.

“Tim PUPR telah mengecek seluruh pompa yang dimiliki, seperti cek semua oli pompa. Bangunan tanggul juga kami cek, tak terkecuali seluruh alat-alat mesin pompa,” katanya, Jumat (25/12/2020).

Kemudian, Dinas PUPR juga menyiapkan tim siaga banjir sebanyak 709 personel yang dibagi di tiga wilayah, yakni timur, tengah dan barat.

“Seksi OP drainase, akan menangani genangan-genangan di perumahan dan permukiman, OP SDA melakukan siaga dengan pompa-pompa banjir di perumahan dan penanggulangan turap atau tanggul sungai yang rusak,” katanya.

Di sisi lain, PUPR telah menyiapkan peralatan penunjang seperti karung pasir hingga perahu yang dapat digunakan dalam keadaan yang dibutuhkan.

“Kami berharap, tentunya tidak ada banjir tapi antisipasi tetap kami siapkan. Namun, bukan hanya pada strategi yang akan dilakukan nanti apa, tapi dari jauh hari seluruh OPD terkait sudah bersinergi melakukan tindakan-tindakan yang bisa meminimalisir kemungkinan-kemungkinan banjir,” katanya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Febi Darmawan, mengungkapkan upaya menghadapi musim penghujan telah diperkuat sumber daya manusia dan berbagai alat kelengkapannya.

Ada pun kelengkapan tersebut antara lain perahu karet, mesin pompa, dan juga perlengkapan tenda darurat dalam kondisi baik dan siap digunakan.

“Demi menghindari adanya kesalahan teknis, sejak dini segala perlengkapan kita persiapkan, termasuk kesiapan personel. Karena BPBD akan menjadi tim pertama yang terjun ke lokasi ketika banjir datang,” kata Febi.

Ia pun mengatakan, Pemkot Tangerang telah menggelar apel siaga bencana yang melibatkan hampir seluruh instansi dan kelompok masyarakat.

“Selain menggelar apel siaga, wali kota pun telah mengecek seluruh alat berat dan bantu, yang kemungkinan dibutuhkan untuk proses penanganan banjir dan proses evakuasi nantinya,” katanya. (Ant)

Lihat juga...