2020, Basarnas Kendari tangani 67 operasi SAR

KENDARI —  Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Sulawesi Tenggara, mencatat selama Januari hingga Desember 2020 telah melakukan 67 operasi penyelamatan atau SAR di wilayah kerjanya.

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi melalui Humas Basarnas Kendari Wahyudi, di Kendari, Sabtu, mengatakan dari 67 operasi SAR yang dilaksanakan pihaknya, terbagi atas kejadian kecelakaan kapal, kondisi membahayakan manusia dan bencana alam.

“Total jumlah operasi SAR yang ditangani per 1 Januari sampai 20 Desember 2020 sebanyak 67 kasus, dengan rincian kecelakaan kapal 39 kejadian, membahayakan manusia 24 kejadian, dan bencana alam 4 kejadian,” kata Wahyudi melalui pesan WhatsApp-nya.

Dijelaskannya, dari 39 melakukan operasi penyelamatan kecelakaan kapal di antaranya 266 orang selamat, lima orang meninggal dan tujuh orang hilang. Daerah paling banyak kecelakaan kapal menurut Basarnas terbanyak di perairan Wakatobi.

Sementara untuk operasi penyelamatan kejadian membahayakan manusia seperti terseret arus sungai, diterkam buaya, hilang di hutan, tenggelam saat membersihkan kapal dan lainnya, dari 24 operasi SAR di antaranya 58 orang selamat, 14 orang meninggal dan dua orang hilang.

Lihat juga...