2021, Pemerintah Investasikan Rp20 T untuk Dana Abadi Pendidikan

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pemerintah, selain melalui pos belanja pemerintah pusat dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), juga mengalokasikan anggaran pendidikan melalui investasi dalam pos pengeluaran pembiayaan tahun 2021 sebesar Rp51 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengungkapkan, ada empat instrumen investasi pendidikan, yakni Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) atau Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp20 triliun, Dana Abadi Penelitian sebesar Rp3 triliun, Dana Abadi Kebudayaan sebesar Rp2 triliun, dan Dana Abadi Perguruan Tinggi sebesar Rp4 triliun.

“Jadi sebagaimana amanat konstitusi anggaran pendidikan tetap 20 persen dari APBN. Kira-kira tahun depan itu kita alokasikan sebesar Rp549,5 triliun untuk sektor pendidikan,” ungkap Menkeu dalam Buku II Nota Keuangan Negara, yang diterima Cendana News, Kamis (10/12/2020).

Khusus untuk Dana Abadi Pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), kata Menkeu, diberikan dengan tujuan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban antargenerasi (intergenerational equity), dalam bentuk pemberian beasiswa dan riset.

“Pemerintah akan memperkuat peran LPDP untuk mendorong perluasan program beasiswa,” ujar Menkeu.

Selain itu, pemerintah juga mendorong agar LPDP, sebagai pengelola Dana Abadi Pendidikan dapat melakukan investasi pada berbagai instrumen untuk mendapatkan nilai tambah yang diharapkan (expected return) dengan risiko terukur.

Lihat juga...