241 PTS di Jateng Siap Terapkan PTM, 9 Belum Siap

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jateng memastikan kesiapan pelaksanaan perkuliahan tatap muka (PTM) di perguruan tinggi swasta (PTS), pada semester genap Tahun Akademik 2020/2021 atau Januari 2021 mendatang. Dari 250 PTS, hanya ada sembilan, yang belum siap.

“Sesuai dengan aturan pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) disebutkan bahwa kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi pada semester genap Tahun Akademik 2020/2021, dapat dilakukan secara campuran (hybrid learning), dalam jaringan, dan tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat,” papar Kepala LLDikti Wilayah VI Jateng, Prof Dr Ir Muhammad Zainuri DEA, saat ditemui di kantornya, Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Kamis (10/12/2020).

Hal tersebut merujuk pada Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Sehubungan dengan keluarnya keputusan bersama empat Menteri tersebut, maka pembelajaran pada tahun akademik 2020/2021 yang akan dimulai bulan Januari 2021 di perguruan tinggi, dapat diselenggarakan secara campuran (hybrid learning), dalam jaringan dan perkuliahan tatap muka (PTM),” lanjutnya.

Dijelaskan, untuk memastikan kesiapan dalam pelaksanaan PTM, pihaknya sudah menyebarkan edaran ke seluruh PTS di bawah kewenangan LLDikti Wilayah VI Jateng. Hasilnya, dari 250 PTS, hanya ada sembilan, yang belum siap.

“Untuk sembilan PTS itu, tidak bisa kita sebutkan nama atau lokasinya. Namun selebihnya sudah aman, untuk menerima mahasiswa masuk kembali ke kampus, dalam pelaksanaan PTM. Di satu sisi, kita juga minta kepada kampus, untuk memastikan bahwa mahasiswa yang akan mengikuti PTM ini , sudah dilakukan screening terlebih dulu. Bisa berupa rapid atau swab test. Tidak hanya itu, screening ini juga akan dilakukan secara berkala,” tandasnya.

Sekretaris LLDikti Wilayah VI Jateng Dr Lukman ST MHum menambahkan, pelaksanaan PTM di perguruan tinggi tersebut akan dilakukan secara bertahap. Tidak diikuti seluruh mahasiswa, mulai dari semester awal hingga akhir.

“Mahasiswa yang akan mengikuti PTM diutamakan bagi mereka yang memasuki semester akhir, sehingga harus masuk ke kampus untuk mengurus semuanya. Tidak hanya itu, jumlah mahasiswa per kelas juga dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas. Tentu saja, seluruh pelaksanaan PTM ini dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, dengan memakai masker dan menjaga jarak,” terangnya.

Pihaknya berharap dengan beragam upaya tersebut, dapat mencegah munculnya persebaran Covid-19 di lingkungan perguruan tinggi.

“Di satu sisi, harus dipahami, dengan beragam kesiapan yang sudah dilakukan PTS, kemudian kita verifikasi dan kita nilai mereka siap, namun LLDikti sifatnya hanya merekomendasikan. Keputusan akhir, apakah perguruan tinggi tersebut bisa melaksanakan PTM atau tidak, tetap ada di tangan Satgas Covid-19 dari kabupaten kota, tempat masing-masing perguruan tinggi tersebut berada. Namun pada prinsipnya perguruan tinggi tersebut siap,” pungkas Lukman.

Lihat juga...