26 Provinsi di Indonesia Endemik Rabies

JAKARTA  – Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University, Agus Setiyono, mengatakan, sekitar 26 provinsi di Indonesia masih endemik rabies.

“Dalam rangka Indonesia bebas rabies 2030, perlu upaya terbaik untuk penanggulangannya. Salah satunya dengan konsep One Health yang mensinergikan berbagai pemangku kepentingan. Ada kekuatan partisipasi masyarakat dan kelembagaan yang bisa dikumpulkan dari tenaga sukarela yang sudah ada di setiap desa. Kita bisa bersinergi dengan aparat, babinsa dan babinmas. Ini akan mampu menurunkan kasus rabies,” kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pada seminar virtual (webinar) Guru Besar Mengabdi, Agus menuturkan kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) dari tahun 2015-2019 mencapai 404.306 kasus dengan 544 kematian.

Sementara itu, lima provinsi dengan jumlah kematian tertinggi adalah Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi selatan, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies pada tahun 2019 terakhir dilaporkan terjadi di Nusa Tenggara Barat.

Menurut Agus, rata-rata hewan yang mentransmisikan rabies adalah 98 persen dari anjing dan dua persen dari kucing dan monyet. Untuk provinsi Jawa Barat, tiga kasus rabies terjadi di Cianjur pada 2015 dan satu kasus di Sukabumi pada 2016.

Agus menuturkan Kader Siaga Rabies (Kasira) bisa menjadi model partisipasi aktif dan tanggung jawab masyarakat dalam mewujudkan keberhasilan program pengendalian rabies.

Lihat juga...