71 Persen Peserta Prakerja Gunakan Insentif untuk Modal Usaha

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kartu Prakerja merupakan salah satu program bantalan perlindungan sosial yang diklaim cukup berhasil oleh pemerintah. Pasalnya, di samping mampu menjaga daya beli masyarakat selama pandemi, Kartu Prakerja juga dinilai sukses meningkatkan keterampilan masyarakat dan menumbuhkan gairah berusaha.

Hal tersebut tampak berdasarkan Survei Evaluasi yang dilakukan Manajeman Pelaksana Program Kartu Prakerja terhadap lebih dari 4 juta penerima manfaat, hasilnya, sebanyak 71 persen mengaku menggunakan insentif Kartu Prakerja sebesar Rp2,4 juta itu untuk tambahan modal usaha.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh Tim Pelaksana dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja. Ini merupakan capaian besar dalam suatu pelaksanaan program pemerintah, mengingat program ini baru berusia kurang dari 1 tahun,” ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menerima 11 perwakilan penerima Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia, Selasa (15/12/2020) di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, berdasar rilis yang diterima Cendana News.

Melihat sejumlah catatan memuaskan dari program tersebut, Airlangga menegaskan, bahwa Kartu Prakerja akan terus dilanjutkan di tahun 2021 mendatang.

“Sekali lagi kita berharap, tujuan utama program ini bisa dicapai, yaitu meningkatkan keterampilan peserta sehingga memiliki daya saing, dan mencetak sebanyak mungkin pengusaha-pengusaha baru. Tentunya dengan tetap memperhatikan pemenuhan tata kelola program yang lebih baik,” tukas Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang peserta penerima manfaat Kartu Prakerja asal Sulawesi Utara, Stevenly Rio Loginsi berbagi kisah pengalamannya selama mengikuti program Kartu Prakerja.

Semula, Stevenly bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan swasta di Manado, Sulawesi Utara. Badai pandemi menerpa tempatnya bekerja sehingga perusahaan itu harus ditutup. Rio pun kehilangan pekerjaan.

“Saya hidup dari pesangon yang diberikan. Tapi kian hari kian bulan, uang makin menipis untuk mencukupi kebutuhan istri dan dua anak saya,” ujarnya.

Sebuah malam memberinya jawaban, saat Rio mendapat informasi di media sosial mengenai pembukaan Gelombang Ketiga Kartu Prakerja. Ia lolos menjadi penerima Kartu Prakerja pada Mei 2020 dan mengikuti pelatihan bagaimana memasang iklan di Facebook dan Instagram melalui Sekolahmu.

Tak lama berselang, Rio mendengar informasi ada sebuah  perusahaan seluler mencari tenaga kerja. Pada saat wawancara, Rio menyertakan sertifikat pelatihan yang diikutinya dari Program Prakerja. Ia pun diterima dengan posisi sebagai desainer untuk membuat aneka promosi perusahan.

“Saldo pelatihan sebesar Rp1 juta saya manfaatkan benar, termasuk kemudian mengambil pelatihan photoshop yang sangat berguna bagi pekerjaan saya,” urainya.

Kariernya terus berkembang. Kantor barunya memberi promosi menjadi supervisor, membawahi beberapa staf lainnya. Ia pun mengaku terus mengasah keterampilan diri dengan memanfaatkan dana pelatihan yang ada.

“Saya pilih pelatihan ‘Panen Orderan Melalui Internet’ untuk mengoptimalkan pemasaran produk dari perusahaan. Cukup duduk di kantor, pembeli datang. Itulah gunanya pelatihan ini,” pungkas Stevenly.

Lihat juga...