80 Persen Pasien Corona di Solok, Sembuh

AROSUKA – Lebih dari 80 persen pasien COVID-19 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sudah sembuh menurut data Dinas Kesehatan setempat.

​​​​​Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam di Arosuka, Minggu, mengutip data Dinas Kesehatan  menunjukkan jumlah pasien yang sembuh dari infeksi virus corona bertambah 30 menjadi 414 orang.

Tambahan pasien COVID-19 yang sembuh berasal dari Kecamatan Kubung (15), Kecamatan X Koto Singkarak (4), Kecamatan Gunung Talang (2), Kecamatan IX Koto Sungai Lasi (5), dan Kecamatan Junjung Sirih (4).

“Pasien tersebut dinyatakan sembuh COVID-19 setelah dua kali melakukan tes usap dengan hasil negatif,” kata Syofiar.

Sementara jumlah orang yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona tipe baru, menurut dia, jumlahnya bertambah enam menjadi total 514 orang. Tambahan pasien COVID-19 berasal dari Kecamatan Kubung (5) dan Kecamatan Bukit Sundi (1).

“Empat orang tengah menjalani isolasi mandiri dan dua orang lainnya dirawat di rumah sakit, yakni di RSUD M Natsir dan RS Hermina Padang,” kata dia.

Syofiar menjelaskan bahwa masih ada 79 pasien COVID-19 yang menjalani karantina mandiri dan lima pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit di Kabupaten Solok.

Sementara pasien yang meninggal dunia karena COVID-19 jumlahnya total 16 orang di Kabupaten Solok.

Di Kabupaten Solok, pasien COVID-19 paling banyak ada di Kecamatan Kubung, yakni sebanyak 246 orang dengan perincian 31 orang masih menjalani karantina mandiri, 207 orang sudah sembuh, tiga orang masih dirawat, dan lima orang meninggal dunia.

Wilayah kecamatan lain yang melaporkan kasus penularan virus corona di antaranya Kecamatan Gunung Talang (105), Kecamatan X Koto Singkarak (65), Kecamatan Bukit Sundi (21), dan Kecamatan Junjung Sirih (20).

“Saat ini Kabupaten Solok termasuk salah satu dari 12 daerah di zona oranye atau risiko sedang di Sumatera Barat,” kata Syofiar.

Dia mengimbau warga Kabupaten Solok mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, memakai masker saat di luar rumah, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Membolehkan beraktivitas bukan berarti wabah telah berakhir, untuk itu mari kita lakukan protokol COVID-19 dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” kata dia.

“Tetaplah jaga kesehatan dan marilah kita konsisten dan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ia menambahkan. (Ant)

Lihat juga...