Akademisi: Peningkatan Intensitas Air Bisa Picu Luncuran Tanah

PURWOKERTO — Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr Indra Permanajati mengingatkan bahwa peningkatan intensitas air akibat hujan bisa memicu gerakan tanah jenis luncuran cepat terutama di wilayah perbukitan dengan lereng yang curam sehingga perlu terus mengintensifkan program mitigasi bencana.

“Longsoran dengan jenis luncuran tanah atau earth slide serta luncuran campuran tanah dan batu atau debris slide bisa disebabkan karena intensitas air yang meningkat saat musim hujan,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (31/12/2020).

Koordinator Bencana Geologi Pusat Mitigasi Unsoed itu menjelaskan gerakan tanah secara cepat bisa terjadi pada material tanah ataupun campuran tanah dan batuan.

“Beberapa penyebab terjadinya gerakan tanah secara cepat yaitu karena material batuan biasanya adalah lapukan dari batuan breksi. Lapukan breksi mempunyai komponen fragmen yang tersusun atas batuan yang dilingkupi tanah lapuknya, sehingga tanah ini dalam satu lereng sangat berpotensi terjadi longsoran cepat mengingat bebannya yang tinggi terutama saat intensitas air meningkat,” katanya.

Dia mengatakan sifat tanah yang mampu menyerap air menyebabkan konsentrasi air dalam tanah berlebih dan mampu menggerakkan tanah dalam suatu lereng sehingga gerakan tanah bisa bergerak dengan cepat.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia itu mencontohkan bahwa beberapa tipe tanah ini banyak dijumpai di bagian Utara Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah di sekitar Kecamatan Banjarmangu, Karangkobar dan Pagentan.

“Kondisi tanah di daerah ini merupakan lapukan dari batuan breksi kuarter Rogojembangan yang cukup berpotensi terjadinya gerakan tanah,” katanya.

Lihat juga...