Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Aceh Barat Diminta Dihentikan

MEULABOH — Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Aceh menduga saat ini sebanyak 100-an unit alat berat jenis exavator masih beroperasi di lokasi tambang emas ilegal di kawasan pedalaman Kabupaten Aceh Barat.

“Catatan kami, tidak kurang dari 100-an unit alat berat masih beroperasi di pedalaman Aceh Barat untuk mengeruk tanah mencari emas,” kata Direktur Walhi Aceh Muhammad Nur yang dihubungi dari Meulaboh, Rabu (16/12/2020).

Akibat dari aktivitas tersebut, katanya, ekosistem yang ada di kawasan hutan lindung di daerah tersebut kini terus mengalami kerusakan akibat pencarian emas secara ilegal.

Ia mencontohkan satu unit alat berat diperkirakan mampu melakukan pengerukan lahan hingga mencapai lima hektare hutan lindung.

“Jadi bisa dibayangkan, kalau satu unit alat berat mengeruk tanah mencapai lima hektare. Kalau ada alat berat 100 hektare, berarti luas lahan yang rusak bisa mencapai 5.000 hektare hutan lindung,” kata Muhammad Nur.

Lihat juga...