Almarhum Pak Leman di Mata Mantan Dirut TMII

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Mantan Direktur Umum (Dirut) Taman Mini Indonesia Indah (TMII), AJ. Bambang Soetanto, mengaku sangat kehilangan seorang sahabat dan rekan kerja yang sangat santun serta totalitas dalam bekerja. Yakni, Tubagus Mohammad Sulaeman.

Beliau adalah Sekretaris Yayasan Harapan Kita (YHK), yang telah meninggal dunia pada usia 74 tahun, di Rumah Sakit UMMi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/12/2020) pukul 22.00 WIB.

“Saya turut berduka cita atas wafatnya Pak Sulaeman. Sosok beliau semasa hidupnya, sangat santun, sholeh dan pekerja keras dalam melaksanakan tugas,” ujar Bambang, kepada Cendana News saat dihubungi, Selasa (29/12/2020).

Sebagai Sekretaris YHK, menurutnya, Pak Leman demikian panggilan almarhum, sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Di saat rapat, almarhum sangat menguasai segala permasalahan untuk segera dicarikan solusi dengan bermusyawarah. Sehingga setiap masalah itu dapat terselesaikan dengan baik.

“Sekretaris itu sangat dominan menampung semua masalah. Meskipun beliau, katakan rada kecewa, tapi tidak memperlihatkan.  Semua diterjemahkan dalam suasana yang nyaman, sangat mengayomi sekali dalam mencari solusi terbaik setiap masalah,” tutur Bambang.

Dalam tugasnya, Pak Leman ini sebagai penghubung dan sekaligus pembina secara administrasi terhadap pengelolaan TMII.

Sehingga semua petinggi YHK dalam mendapatkan informasi dan data-data serta masukan itu semua adalah bersumber dari sekretaris yayasan, yakni Pak Leman.

“Apakah itu Ketua Umum YKH, pembina dan pengurusnya, semua mendapat informasi dari almarhum. Jadi, sosok Pak Leman ini sangat menentukan dari tahun ke tahun, ya sejak dibangun TMII hingga saat ini,” ujarnya.

Dalam hubungan kerjanya dengan direksi TMII dan komisaris TMII, menurutnya, Pak Leman juga sangat baik selalu menghargai hasil pekerjaan.

“Pak Leman ini sangat lembah manah (rendah hati-red), sholeh dan menghargai khususnya dalam rangka hubungan kerja,” ungkapnya.

Bahkan kata Bambang, sebagai sekretaris YHK, Pak Leman juga mampu membangun sinergi yang baik dengan Kementerian Sekretaris Negara (Setneg) dalam upaya pengembangan TMII.

Menurutnya, banyak pejabat Setneg yang kagum dengan sosok Pak Leman yang  rendah hati.

“Pak Leman ini, sebagai jembatan YHK dengan pemerintah. Sosok beliau yang santun dan rendah hati sangat disukai oleh Menteri Setneg Pak Bambang Kesowo, kala itu,” ujarnya.

Pak Leman menurutnya, sangat mumpuni membawa diri dalam balutan tugas kerjanya yang penuh tanggung jawab. Beliau juga sangat berperan sekali dalam kehidupan TMII.

Bambang pun teringat akan pesan Pak Leman semasa hidupnya. Yakni sebut dia,  beliau berpesan agar dalam pengelolaannya TMII harus berkembang dalam pelestarian budaya bangsa.

“TMII ini harus maju, seperti keinginan dan harapan serta arahan dari Bu Tutut Soeharto. Itu pesan beliau,” ucap Bambang.

Bahkan kata dia, secara pribadi Pak Leman juga meminta kepada dirinya agar meskipun sudah tidak menjabat dirutTMII, harus tetap membantu pemikiran pengembangan Indonesia Mini ini.

“Mengharapkan saya, walau pun sudah tidak jadi dirut, tapi terus bisa membantu dan mendukung TMII, sesuai dengan kebijakan YHK,” ujar Bambang Soetanto yang menjabat sebagai Ketua Badan Penasihat YHK.

Dalam lantunan doanya, Bambang memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar mengampuni semua kesalahan almarhum Tubagus Mohammad Sulaeman.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa, menerima amal ibadah almarhum, mengampuni dosa-dosanya, dan ditempatkan di surga,” ucap Bambang lirih.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, Bambang berharap semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan, sehingga bisa melanjutkan kehidupan dengan baik dalam balutan doa-doa untuk almarhum Pak Leman.

Lihat juga...