Angka Kematian Tinggi, Kebumen Kembali Masuk Zona Merah

Editor: Makmun Hidayat

KEBUMEN — Angka kematian kasus Covid-19 di Kabupaten Kebumen meningkat. Hari ini saja tercatat ada 4 orang positif Covid-19 yang meninggal dunia. Dan sebelumnya berturut-turut ada satu orang yang meninggal serta 6 orang meninggal dunia.

Sehingga total sampai dengan hari ini ada 134 orang positif Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Kebumen.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto mengatakan, kasus meninggal dunia yang sampai 6 orang dalam satu hari terjadi pada tanggal 26 Desember dan sejak itu pula Kabupaten Kebumen kembali masuk zona merah.

“Untuk hari ini pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia ada 4 orang yaitu, SAL laki-laki usia 62 tahun, kemudian AM laki-laki usia 53 tahun, SUN perempuan usia 63 tahun dan AP laki-laki usia 63 tahun. Untuk total kasus meninggal per hari ini ada 134 orang,” terangnya, Selasa (29/12/2020).

Koordinator Humas Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto di Kebumen, Jumat (25/12/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Sedangkan untuk kasus Covi-19, hari ini ada penambahan positif 19 orang.  Dengan adanya penambahan tersebut maka, total kasus positif sudah mencapai 4.197 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 212 orang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit, 480 orang melakukan isolasi dan 8 orang dirujuk. Sedangkan untuk yang terkonfirmasi sembuh ada 3.363 orang.

Masuknya kembali Kabupaten Kebumen ke dalam zona merah penyebaran Covid-19  juga diikuti tujuh kecamatan serta 14 desa yang masuk zona merah. Kecamatan yang masuk zona merah yaitu Kecamatan Ayah, Sempor, Mirit. Karanggayam, Rowokele, Petanahan dan Kecamatan Klirong.

“Saat ini posisi Kabupaten Kebuman kembali masuk zona merah dan untuk kecamatan, ada 7 yang masuk zona merah, kemudian 18 kecamatan masuk zona orange dan hanya satu kecamatan yang masuk zona kuning, yaitu Kecamatan Sadang. Untuk zona hijau tidak ada,” tuturnya.

Cokro Aminoto meminta, agar masyarakat Kebumen terus menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan, terutama saat berada di luar rumah. Sebab, meskipun sering digelar operasi masker, jika tidak dilandasi adanya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, semuanya akan menjadi sia-sia.

Terpisah, Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto mengakui, jika pandemi Covid-19 menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Pemkab Kebumen.  Pandemi tersebut sudah berdampak pada anggaran belanja pemerintah, penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta sektor ekonomi masyarakat.

“Sehingga untuk 2021 nanti, kita akan fokus pada upaya pemulihan ekonomi,” pungkasnya.

Lihat juga...