Antisipasi Lonjakan Wisatawan di Banyumas, Tim Gabungan Diterjunkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Pemkab Banyumas membentuk tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kodim 0701/Banyumas, Polresta Banyumas serta Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas. Tim ini ditejunkan ke tempat-tempat wisata untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan.

Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, mengatakan, total ada 104 personel dalam tim gabungan dan diterjunkan tanggal 24 Desember hingga 31 Desember 2020. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok dan melakukan pengawasan pada objek wisata di sekitar kawasan Baturaden serta objek wisata lainnya yang ada di bawah pengelolaan pemkab.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwiata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, dijumpai di Purwokerto, Minggu (20/12/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Tim gabungan ini akan mobile keliling ke beberapa objek wisata di sekitar Lokawisata Baturaden, serta objek wisata lainnya di bawah pengelolaan Pemkab Banyumas. Yaitu Taman Rekreasi Andhang Pangrenan (TRAP), Balai Kemambang, Pemandian Tirta Husada Kalibacin Kecamatan Rawalo, Museum Wayang di Kecamatan Banyumas dan Museum Pangsa Soedirman di Karanglewas.,” jelasnya, Minggu (20/12/2020).

Pemantauan yang dilakukan antara lain terkait tingkat kunjungan, penerapan protokol kesehatan di lingkungan objek wisata, serta memantau adanya kerumunan.

“Jika ada kerumunan pengunjung, maka tim gabungan yang disebar pada beberapa lokasi ini akan mengingatkan. Demikian pula jika jumlah pengunjung yang masih ke objek wisata sudah sampai batas yang ditentukan, maka tim gabungan akan meminta kepada petugas di tempat wisata tersebut untuk tidak memasukkan pengunjung lagi, sampai ada pengunjung yang keluar dari lokasi,” kata Asis.

Berdasarkan pengalaman libur panjang sebelumnya, sebenarnya tidak terjadi lonjakan kunjungan wisata yang cukup signifikan, namun upaya pencegahan tetap harus dilakukan.

“Libur panjang bulan Oktober kemarin, tidak ada peningkatan kunjungan wisata, tetapi kita tetap harus upayakan pencegahan,” tuturnya.

Menurut Asis, belum tingginya kunjungan wisata ini karena dipengaruhi dua faktor, yaitu akibat pandemi Covid-19 yang angka penyebarannya tinggi, serta akibat musim hujan. Sehingga masih ada keengganan masyarakat untuk berwisata.

Sementara itu, salah satu warga Banyumas yang berwisata di Lokawisata Baturaden, Vivin mengatakan, meskipun di tengah pandemi, namun ia merasa perlu berwisata untuk melepaskan kejenuhan. Karena itu, ia memilih tempat wisata yang dekat saja.

“Kalau di Baturaden jumlah pengunjung dibatasi dan tempatnya juga luas karena wisata alam, jadi lebih merasa aman,” ucapnya.

Lihat juga...